Yuk, Tukar Uang Lusuh dan Rusak ke Bank Indonesia!

Jika Anda mendapat uang lusuh atau rusak jangan dulu dibuang, ternyata Anda bisa menukarkannya dengan uang baru. Nah simak syarat-syarat uang rusak yang dapat ditukar.

Masyarakat diminta tidak khawatir jika uang dimiliki mengalami kerusakan. Sebab, Bank Indonesia (BI) akan mengganti penuh uang rusak tersebut. Sehingga BI meminta masyarakat agar menukarkan uang yang tidak layar edar dengan uang baru.

Anda pasti pernah mengalami kejadian mendapatkan uang rusak baik ketika belanja di pasar ataupun kembalian ketika naik angkutan umum. Apabila mengalaminya Anda pasti sangat kesal, namun jangan terburu-buru di buang, masih ada peluang untuk menukarnya dengan uang baru.

Bank Indonesia menerbitkan panduan soal penggantian uang lecek/lusuh dan rusak. Lalu bagaimana proses penukaran uang tak layak edar tersebut? Berikut ini KreditGoGo merinci prosedur penukaran uang.

Prosedur Penukaran Uang

Masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah yang lusuh, rusak, dan uang yang telah dicabut/ditarik dari peredaran dengan uang Rupiah yang layak edar di kantor Bank Indonesia setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, dan di bank umum yang melayani penukaran uang.

1.Uang Lusuh

Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya.

2.Uang Rusak

Bank Indonesia dan/atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan Uang Rusak sebagai berikut:

Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, masyarakat akan mendapat penggantian dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia. 

Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan kemudian. Informasi selengkapnya mengenai hal ini dipublikasikan pada Buku Panduan Penukaran Uang Tidak Layak Edar.

2. Uang Logam

Khusus untuk ung logam yang sudah jelak juga bisa loh Anda tukarkan. Jika Anda mau tukar uang koin buat lebaran? Anda bisa datang ke IRTI Monas Lenggang Jakarta pada hari Sabtu sampai Minggu (25 & 26 Juni 2016) pada jam 08.00 s.d. 17.00 WIB 

Untuk mempermudah pelaksanaan penukaran uang logam, masyarakat diimbau untuk melakukan tata cara sebagai berikut:

  • Uang logam yang akan ditukarkan agar dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenis pecahan
  • Memisahkan masing-masing pecahan dengan menggunakan kantong plastik
  • Tidak merekatkan uang logam dengan menggunakan perekat
  • Menghitung jumlah keseluruhan uang sebelum transaksi penukaran dilakukan

Operasional Penukaran Uang

Jika Anda ingin menukarkan uang lusu, dan rusak berikut ini adalah operasional penukaran uang di Bank Indonesia:

1. Kantor Pusat Bank Indonesia . Anda bisa menukar langsung di kator pusat Bank Indonesia pada Departemen Pengelolaan Uang yang beralamat di Lobby Gedung C, Komplek Perkantoran BI, Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350. 

Untuk informasi lebih jelas Anda juga bisa menghubungi 2981 8722, 2981 7297 pada hari dan jam kerja. Waktu layanan: Hari Senin s.d. Jumat mulai pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.

2. Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia yang terdekat. Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.

3. Kas Keliling Bank Indonesia. Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya Kas Keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Departemen Pengelolaan Uang di nomor telepon 021-2981 8722, 2981 7297 atau Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia pada hari dan jam kerja.

Menjaga Kualitas Uang yang Beredar

BI meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar dengan uang baru sehingga uang yang beredar di masyarakat berkualitas tinggi. Bank Indonesia lebih menekankan mengenai tingkat kelayakan uang yang beredar di masyarakat.

Untuk itu masyarakat diminta untuk menjaga bentuk fisik rupiah dalam bertransaksi kesehariannya. Sebagai lambang negara, keaslian dan kualitas harus di jaga oleh seluruh warga negara Indonesia. Apabila Anda merusak secara segaja makan akan ada pidana dan denda.

Semua itu tertuang dalam Undang-Undang yang menyebutkan barang siapa yang merusak‎ dengan sengaja, memotong menghancurkan atau mengubah rupiah dengan merendahkan mata uang bisa dipidana. paling lama 5 tahun, denda paling banyak Rp1miliar.

Jadi Anda tidak harus lagi menyia-nyiakan uang kembalian lusuh, apalagi kalau nominalnya besar. Anda bisa menukarkan uang kembalian yang lusuh itu dengan uang yang baru di Bank Indonesia. Selain itu Anda juga membantu pemerintah untuk menggalakkan kulitas uang yang beredar.

Baca juga: Sejarah Mata Uang Rupiah
Waspada Peredaran Uang Palsu Saat Ramadan, Ikuti Tips Ini

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama