Suku Bunga 7 Day Repo Rate Turun, Pengaruh Pada Investasi

Demi perekonomian yang lebih stabil BI mengganti kebijakan suku bunga BI Rate menjadi BI 7-Day Repo Rate. Apa perbedaan dan pengaruh kebijakan ini? Ketahui lebih lanjut!

22 September lalu, Bank Indonesia umumkan penurunan suku bunga BI 7-Day Repo Rate di angka4.25%. Nilai yang berlaku sebelumnya adalah 5.5% dan belum diubah sejak 19 Agustus 2016.

ReformulasiBI 7-Day Repo Rate

Skema BI 7-Day Repo Ratemerupakan pembaruan dari suku bunga acuan BI Rate yang telah digunakan sejak Agustus 2016.

BI rate adalah suku bunga dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang diterbitkan kepada bank-bank di Indonesia yang menyimpan dananya di Bank Indonesia dengan jangka waktu selama 12 bulan.

Ibaratnya, bank seperti menabung dan akan mendapatkan hasil setelah 1 tahun menyimpan dana di Bank Indonesia. Dana tersebut hanya bisa ditarik setelah menjalani masa tenor selama 1 tahun tersebut.

Baca juga: Cek Rapor Kredit Buruk dan Segera Perbaiki!

Untuk BI 7-Day Repo Rate ini sebenarnya tidak berbeda dengan sistem dari BI rate. Hanya saja masa tenor yang ditawarkan lebih singkat, yaitu selama kelipatan 7 hari.Dengan mengurangi masa tenor, bank jadi lebih fleksibel untuk menarik dana dari SBI.

Selain itu, suku bunganya juga lebih rendah dibandingkan dengan BI rate. Meski begitu, bukan berarti terjadi perubahan bunga fluktuatif setiap minggu.

Perubahan besar bunga tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan tetap melalui rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menentukan besaran bunganya.

BI 7-Day Repo Rate Kendalikan Inflasi dan Ekonomi

Mekanisme BI 7-Day Repo Rate ini ditujukan untuk lebih cepat mengatur pola tingkat inflasi (jumlah peredaran uang) dalam masyarakat agar tidak terlalu tinggi.Jika tingkat inflasi dalam kategori sehat, makan daya beli masyarakat pun stabil.

Bila menggunakan pola BI rate biasa dengan tenor selama 1 tahun, keseluruhan proses tersebut butuh waktu yang lebih lama. Sedangkan 7-Day Repo Rate akan lebih cepat.

Caranya dengan meningkatkan suku bunga SBI apabila tengah berupaya mengurangi inflasi. Dengan begitu, bank akan lebih memilih menyimpan dananya melalui SBI ketimbang memberikan pinjaman pada nasabah agar dapat bunga yang lebih besar. Alhasil, tingkat peredaran uang pun berkurang.

Baca juga: Modus Double Swipe Mesin EDC dan Cara Menghindarinya

Saat inflasi rendah, BI akan mengimbangi kembali dengan menurunkan bunga SBI yang membuat bank lebih mudah memberikan pinjaman kepada masyarakat. Diharapkan, tingkat pertumbuhan kredit masyarakat pun tetap stabil.

Dengan meningkatnya kredit, dalam jangka panjangdiharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan kemunculan usaha baru

Pengaruh Terhadap Investasi

BI 7-Day Repo Rate

Bank memang menjadi pemain utama dalam perubahan suku bunga BI, tapi bukan berarti Anda sebagai nasabah tidak terkena dampaknya.

1. Mengurangi tingkat suku bunga kredit

Nilai SBI yang turun dengan kebijakan baru BI 7-Day Repo Rate membuat bank lebih fleksibel dalam menyalurkan kredit. Jadi, Anda akan lebih mudah mendapatkan persetujuan ketika mengajukan pinjaman dana pada bank. Efeknya juga bisa Anda rasakan dengan bunga kredit bank yang bisa ikut turun lebih rendah.

2. Pengurangan bunga deposito

Sayangnya, pengurangan BI 7-Day Repo Rate ini akan berdampak kepada penurunan suku bunga deposito. Hal ini disebabkanbeban bunga yang ikut turun akibat dari pengurangan beban bunga dari BI

Baca juga: 7 Langkah Mulai Bisnis Coffee Shop Untuk Pemula

Anda tidak perlu cemas dengan menurunnya suku bunga deposito. Ini bisa jadi momen yang tepat untuk Anda beralih pada investasi lain. Misalnya, Anda bisa memulai bisnis dengan manfaatkan pinjaman dana bunga rendah dari bank sebagai modal awal.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama