Mengungkap Mitos-mitos Seputar Asuransi Perjalanan, Ketahui Faktanya!

Berbagai mitos seputar asuransi perjalanan sebenarnya menutupi segala kebaikan yang akan kamu dapatkan. Sebelum wisata, ketahui dulu fakta di balik mitos-mitos tersebut!

Banyak traveller yang rela menabung dan berhemat agar bisa wisata ke berbagai destinasi idaman. Namun, saat ditanya tentang asuransi perjalanan, banyak traveller menganggap asuransi perjalanan hanya buang-buang uang.

Tanggapan tersebut adalah salah satu mitos seputar asuransi perjalanan yang hinggap dalam benak sebagian traveller. Jika kamu termasuk orang yang sering berwisata, sebenarnya asuransi perjalanan dapat membantu menyelamatkan kondisi keuanganmu. Bagaimana bisa? Artikel ini akan mengungkap mitos-mitos seputar asuransi perjalanan, mari ketahui faktanya!

Asuransi Perjalanan Adalah Biaya Tambahan yang Tidak Penting

Mitos mengenai asuransi perjalanan yang satu ini sangat populer, terutama bagi mereka yang berwisata dengan budget terbatas. Sebagian traveller tidak ingin mengeluarkan uang untuk perlindungan terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi di masa depan, seperti asuransi perjalanan. Namun, apa yang terjadi jika suatu saat mereka mengalami ketidaknyamanan seperti pembatalan wisata, kehilangan bagasi dan kecelakaan? Rasa menyesal akan timbul karena tidak membeli asuransi perjalanan!

Dilihat dari sisi pengeluaran, harga asuransi perjalanan sekali jalan atau tahunan tergolong rendah jika dibandingkan dengan kerugian yang harus kamu tanggung. Misalnya, kamu membayar Rp100 ribu untuk asuransi perjalanan dan Rp5 juta untuk paket wisata. Jika tiba-tiba kamu harus membatalkan rencana travelling, kamu tidak akan kehilangan banyak uang karena ditanggung oleh pihak asuransi.

Baca juga: Lima Aturan Memakai Kartu Kredit Saat Wisata ke Luar Negeri

Sudah Punya Asuransi Kesehatan, Tidak Perlu Asuransi Perjalanan

Asuransi kesehatan akan memberikan perlindungan finansial jika sewaktu-waktu kamu sakit berat, harus menjalani operasi, meninggal dunia dan sebagainya. Ada sebagian traveller yang enggan membeli asuransi perjalanan karena sudah memiliki asuransi kesehatan. Apa kamu salah satunya? Sebenarnya, kedua asuransi tersebut menawarkan jaminan yang berbeda!

Asuransi kesehatan yang kamu miliki mungkin hanya berlaku di dalam negeri dan memiliki batas biaya tanggunan per bulan. Selain itu, asuransi kesehatan hanya melindungi kesehatanmu, padahal saat wisata ada banyak resiko lain yang tidak tertanggung. Di lain sisi, asuransi perjalanan memberikan perlindungan kesehatan berikut perlindungan lainnya khusus untuk traveller, kemana pun tujuan wisata mereka.

Beli Asuransi Perjalanan Last Minute Saja

Beli atau tidak, ya? Traveller, jika kamu sudah membeli tiket pesawat dan memesan akomodasi, tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli asuransi perjalanan! Salah satu perlindungan yang akan kamu dapatkan dari asuransi perjalanan adalah pembatalan rencana wisata.

Contohnya, dua minggu sebelum keberangkatan kamu terpaksa membatalkan rencana wisata, asuransi perjalanan akan membayar ganti rugi atas kejadian tersebut. Jika kamu membeli asuransi perjalanan last minute atau saat detik-detik terakhir, kamu tidak bisa mendapat ganti rugi.

Baca juga: Bingung Menentukan Destinasi Liburan Akhir Tahun? Lima Tempat Wisata Lokal Ini Patut Dikunjungi!

Wisata ke Negara Aman Tidak Perlu Asuransi Perjalanan

Wisata ke negara-negara aman tidak menjamin kalau liburanmu akan berjalan mulus. Tidak ada yang bisa memastikan apakah jadwal keberangkatan pesawatmu akan tepat waktu, kartu kreditmu selalu aman dan sebagainya. Kembali lagi ke poin pertama dalam artikel ini, lebih baik kamu menyisihkan sejumlah uang membeli asuransi perjalanan sebagai perlindungan finansial jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan saat liburan.

Asuransi Perjalanan Lambat Memproses Klaim

Ada mitos yang mengatakan kalau pihak asuransi perjalanan lambat memproses klaim, padahal setiap tahun klaim asuransi di Indonesia selalu meningkat. Ini berarti pihak asuransi selalu memproses klaim dalam tenggang waktu yang dimaklumkan sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen.

Agar dapat membuat klaim, traveller harus senantiasa menyimpan boarding pass, bukti pembayaran, percakapan email dan bukti-bukti pendukung lainnya hingga akhir perjalanan. Dokumen-dokumen tersebut akan sangat berguna untuk proses klaim serta membantu kelulusan klaim yang kamu ajukan.

Bagaimana, traveller? Lebih baik menyisihkan sedikit uang daripada menanggung kerugian yang lebih besar, bukan? Sebelum wisata, dapatkan dulu asuransi perjalanan yang sesuai denganmu. Selamat berlibur!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama