Langkah Mudah Ajukan Klaim Reimburse Asuransi Kesehatan

Banyak orang yang kesulitan mengajukan klaim asuransi kesehatan reimburse. Bagaimana caranya agar klaim reimburse bisa dengan cepat disetujui dan dicairkan? Simak langkah-langkahnya berikut ini!

Ada dua sistem yang dimiliki oleh asuransi kesehatan, yakni sistem cashless dan reimburse. Sistem cashless memiliki metode yang lebih simple karena Anda hanya perlu menunjukkan kartu asuransi kepada pihak rumah sakit sehingga Anda tak perlu mengeluarkan biaya apapun

Sedangkan sistem reimburse mengharuskan Anda untuk membayar terlebih dahulu biaya pengobatan serta perawatan di rumah sakit, baru kemudian diganti oleh pihak asuransi kesehatan. Meski sistem cashless dinilai lebih praktis, tapi sistem reimburse lebih banyak dipilih karena Anda bisa mengajukan double klaim, besaran premi lebih murah, hingga jangkauan pilihan rumah sakit lebih luas.

Banyak orang yang merasa kerepotan saat mengajukan klaim reimburse asuransi kesehatan karena prosedurnya yang dinilai rumit dan berbelit-belit. Padahal sebenarnya jika Anda memperhatikan langkah-langkah berikut ini, pengajuan klaim reimburse Anda akan semakin mudah dilakukan:

Pastikan Masa Aktif Asuransi Kesehatan

Sebelum mengajukan klaim reimburse, ketahui terlebih dahulu masa aktif asuransi kesehatan. Jangan sampai Anda lupa melakukan pembayaran premi karena pihak asuransi pasti tidak akan memproses klaim Anda jika premi telat dibayarkan.

Bagi Anda yang baru saja memiliki asuransi kesehatan, ternyata ada masa aktif penggunaan yang harus Anda ketahui. Biasanya pihak asuransi menetapkan masa aktif asuransi setelah 30 hari setelah polis diterbitkan. Jadi setelah polis terbit, Anda baru bisa menggunakan asuransi kesehatan 30 hari kemudian. Tapi ada juga yang memberi pengecualian untuk situasi darurat yang mengharuskan penanganan langsung di UGD.

Ketahui yang Bisa Diklaim

Beda perusahaan asuransi maka beda pula batas layanan kesehatan yang diberikan. Tak semua resiko kesehatan bisa dicover oleh perusahaan asuransi seperti penyakit kritis, penyakit menular, penyakit bawaan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, baca kembali dengan teliti resiko-resiko kesehatan yang bisa dilindungi.

Ada poin khusus dalam polis asuransi yang memberitahu secara detail klausal pengecualian. Pada poin tersebut akan dijelaskan berapa lama klaim yang bisa diajukan jika menderita beberapa penyakit tertentu.

Baca juga: Pilih Asuransi Kesehatan Premi Ringan Sesuai Penghasilan

Misalkan untuk penyakit kritis seperti penyakit jantung koroner baru bisa diajukan klaimnya setelah tiga bulan. Jadi kalau Anda memiliki penyakit jantung, jangan langsung mengklaimnya. Tapi cobalah untuk menunggu hingga lebih dari tiga bulan terlebih dahulu.

Persiapkan Dokumen Secara Lengkap

Rata-rata klaim reimburse asuransi kesehatan lama diproses karena kurangnya dokumen yang Anda berikan. Ada tiga dokumen utama yang wajib Anda persiapkan yakni, formulir pengajuan klaim, tagihan rumah sakit, dan surat keterangan dokter.

Untuk formulir pengajuan klaim, isi dengan teliti kolom-kolom dan jangan sampai ada salah ejaan atau salah tulis seperti nama pemegang polis, nomor polis, nomor telepon, tanggal lahir, nama rumah sakit dan nama dokter yang merawat.

Sementara untuk dokumen tagihan rumah sakit, pastikan Anda melampirkan identitas pasien, diagnosa penyakit, biaya tindakan, obat-obatan,tanggal penanganan medis, dan pastinya kwitansi bukti pembayaran. Jika pihak asuransi kesehatan meminta kwitansi pembayaran yang asli, jangan lupa memfotokopi terlebih dahulu.

Baca juga: Wajib Tahu Update Aturan BPJS Kesehatan!

Terakhir ada surat keterangan dari dokter yang sering terlupakan. Surat keterangan dari dokter bisa mempermudah pihak asuransi kesehatan dalam memproses klaim reimburse Anda karena akan menguatkan bukti dokumen lainnya. Samakan kembali keterangan yang ada pada surat dokter dengan dokumen tagihan rumah sakit seperti diagnosa penyakit, nama rumah sakit, serta nama dokter yang menangani.

Selain ketiga dokumen di atas, ada dokumen pendukung lainnya seperti fotokopi identitas yang berlaku, fotokopi buku rekening, salinan resep, hingga hasil lab/ radiologi/ USG/ rontgen (jika ada).

Menghubungi Pihak Asuransi Kesehatan Secepatnya

Pengajuan klaim dengan sistem reimburse jangan ditunda-tunda. Jika Anda sudah keluar dari rumah sakit, sesegera mungkin Anda mengajukan klaim karena biasanya pihak asuransi kesehatan memberlakukan batas kadaluarsa yang diajukan oleh pihak tertanggung. Cari tahu masa berlaku klaim reimburse dalam polis milik Anda atau tanyakan langsung kepada customer service atau agen asuransi kesehatan.

Simpan Salinan Dokumen-dokumen

Setelah mengajukan klaim, bukan berarti urusan Anda telah selesai. Sebelum Anda menerima penggantian biaya klaim, sebaiknya fotokopi terlebih dahulu semua dokumen asli yang Anda berikan pada pihak asuransi dan simpan baik-baik. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pihak asuransi yang kehilangan data klaim atau terselipnya dokumen asli secara tidak disengaja.

Perbedaan Klaim Reimburse untuk Rawat Inap dan Rawat Jalan

Tak semua orang yang mengalami resiko kesehatan harus dirawat inap. Contohnya saja seperti orang yang terkena sakit gigi, memeriksakan kesehatan mata dan THT, hingga penyakit dengan gejala ringan lainnya.

Bahkan ada beberapa di antara mereka yang enggan di rawat inap karena kurang nyaman dengan situasi di lingkungan rumah sakit sehingga mereka lebih memilih untuk dirawat jalan.

Lalu apakah ada perbedaan dalam mengajukan klaim reimburse rawat jalan dengan rawat inap? Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi dokumen-dokumen yang diperlukan. Hanya saja, beberapa perusahaan asuransi menerapkan pembatasan frekuensi kunjungan atau pengobatan layaknya plafon yang dikenakan pada rawat inap.

Baca juga: Cara Bayar BPJS Kesehatan yang Lebih Praktis

Pastikan asuransi kesehatan Anda memiliki layanan rawat inap dan rawat jalan agar memudahkan Anda untuk mendapat perawatan yang maksimal seperti asuransi kesehatan yang dimiliki oleh Simasnet Sehat Gold. Tak hanya memberikan layanan rawat inap dan rawat jalan dengan sistem reimburse, Anda juga bisa mendapat jaminan tambahan kecelakaan diri senilai Rp10 juta.

Sekali lagi, jangan lupa untuk selalu bersikap teliti dalam membaca ketentuan polis dan memberikan dokumen pengajuan klaim agar nantinya pengajuan klaim Anda bisa dengan mudah disetujui. Semoga informasi di atas bisa mempermudah Anda saat akan mengajukan klaim asuransi kesehatan reimburse.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama