Bisa Berobat Kanker dengan KIS, Masih Haruskah Punya Asuransi Kesehatan?

Masyarakat yang memiliki KIS juga bisa berobat kanker secara gratis di Indonesia, namun jangan abaikan asuransi kesehatan. Artikel ini akan mengungkap alasannya.

Kamu pasti sudah pernah dengar tentang asuransi kesehatan, tapi bagaimana dengan JKN, BPJS dan KIS? Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah sebuah program pelayanan kesehatan dari pemerintah yang merangkup dua Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS): BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Kesehatan adalah lembaga pemerintah yang memberikan asuransi kesehatan untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing yang telah bekerja di Indonesia selama minimal enam bulan. Setelah mendaftarkan diri, kamu akan mendapat KIS (Kartu Indonesia Sehat) sebagai kartu anggota dan kartu BPJS Kesehatan. Dengan JKN KIS, kamu bisa menikmati berbagai fasilitas kesehatan secara gratis seperti rawat inap, operasi, obat, jasa dokter, biaya rehabilitasi, optik, rawat jalan, gigi, persalinan hingga kanker.

Kanker adalah penyakit yang sangat menakutkan karena selain membutuhkan biaya pengobatan yang besar juga dapat menyebabkan kematian. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Cut Putri Arianie, menghimbau masyarakat yang mengidap kanker untuk memanfaatkan KIS dan berobat di rumah sakit Indonesia. Hal ini karena rumah sakit di Indonesia sudah mengikuti akreditasi internasional sehingga tidak perlu berobat ke luar negeri.

Lalu, apakah artinya jika sudah memiliki KIS maka kamu kamu tidak perlu memiliki asuransi kesehatan? Sebenarnya, akan lebih baik jika kamu memiliki keduanya. Berikut adalah beberapa alasan yang bisa kamu jadikan pertimbangan:

Lebih Banyak Pilihan Rumah Sakit dengan Asuransi

Pemilik JKN KIS hanya bisa melakukan perawatan kanker di rumah sakit pemerintah dan swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS. Bagaimana jika lokasi rumah sakit yang harus kamu tuju sangat jauh dari tempat tinggalmu, sementara kamu harus sering melakukan pemeriksaan? Terbayang bukan, waktu dan energi yang terbuang akibat macet?

Sementara itu, asuransi kesehatan bekerja sama dengan hampir semua rumah sakit pemerintah dan swasta sehingga kamu memiliki lebih banyak pilihan. Selain itu, ada juga asuransi kesehatan yang menanggung biaya pengobatan di luar negeri seperti Cigna Premium Health Protection. Asuransi ini mengizinkanmu berobat di negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Asuransi Memberikan Tanggungan Finansial Jika Meninggal

Selain menanggung perawatan kanker, KIS juga akan menanggung pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan. Namun, bagaimana dengan anggota keluarga yang telah ditinggalkan oleh seseorang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga?

Sebagian asuransi kesehatan, terutama asuransi kesehatan untuk kanker seperti AXA Extra Cancer Insurance, memberikan pertanggungan kepada pemegang polis jika terdiagnosa, terkena atau meninggal dunia akibat kanker. Jika kamu meninggal, asuransi akan membayar sejumlah uang kepada keluargamu sehingga mengurangi beban finansial.

Baca juga: Pilih Asuransi Kesehatan dengan 5 Pertimbangan Ini

Tidak Ada Pengembalian Premi dari BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah asuransi kesehatan yang bersifat subsidi silang. Artinya, iuran BPJS Kesehatan yang kamu bayar setiap bulan tidak bisa dicairkan walaupun tidak kamu gunakan sama sekali. Alasannya, uang yang terkumpul akan digunakan pemerintah untuk membantu pengobatan anggota JKN KIS lainnya.

Lain halnya dengan asuransi kesehatan, ada beberapa asuransi yang mengembalikan premi atau memberikan bonus kepada pemegang polis. Contohnya, asuransi AXA Extra Cancer Insurance yang menjanjikan pengembalian premi sebanyak 100% jika kamu tidak melakukan klaim selama lima tahun. Sementara itu, pemegang polis asuransi Cigna Health Protection bisa mendapat bonus 25% dari total pembayaran premi jika tidak melakukan klaim selama dua tahun.

Pelayanan Kesehatan Lebih Cepat dengan Asuransi

Jika suatu hari kamu merasa curiga telah mengidap kanker, kamu tidak bisa segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit dengan KIS karena BPJS menetapkan sistem rujukan. Kamu harus pergi ke puskesmas atau klinik kesehatan terlebih dahulu untuk bisa ke rumah sakit, itu pun jika mendapat rujukan.

Bagi pemilik asuransi kesehatan bisa segera pergi ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan asuransinya tanpa melalui proses rujukan. Seseorang yang mengidap kanker membutuhkan pelayanan kesehatan secepatnya. Dengan adanya asuransi, pasien tidak perlu menunggu rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat 1 BPJS terlebih dulu untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Karena itu, memiliki asuransi kesehatan sangatlah penting.

Baca juga: Langkah Mudah Ajukan Klaim Reimburse Asuransi Kesehatan

Fasilitas Kesehatan dari BPJS Bersifat Mengikat

(Sumber: tirto.id)

Saat kamu mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Kesehatan, kamu dapat menentukan fasilitas kesehatan yang kamu inginkan. Fasilitas kesehatan (faskes) pemegang KIS terdiri atas dua tingkat. Tingkat pertama adalah puskesmas dan klinik dalam wilayah domisili sementara tingkat kedua adalah rumah sakit rujukan dari faskes pertama.

Namun, bagaimana jika tiba-tiba kamu pindah rumah (domisili) atau tidak puas dengan faskes yang dirujuk? Untuk membuat pilihan faskes baru, kamu harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat dan mengisi formulir. Rumit sekali, kan? Bagaimana jika kondisi kanker sudah sangat kritis? Berbeda dengan asuransi kesehatan, kamu tidak perlu pusing karena memiliki pilihan pelayanan kesehatan yang luas dan bisa datang tanpa rujukan.

Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan bagi kamu yang masih dilema antara mengandalkan KIS atau asuransi kesehatan. 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama