Reproduksi Perempuan, Kodrat Mulia yang Rawan Sakit

Perempuan ditakdirkan sebagai makhluk ciptaan Tuhan dengan kodrat mulia seperti mengandung dan melahirkan.

Perempuan menempati posisi yang sangat mulia di muka bumi. Di dalam tubuh perempuanlah Allah menitipkan alat-alat reproduksi yang berfungsi menyiapkan sebuah kehidupan di masa depan. Ya, alat-alat reproduksi itu membuat perempuan hadir ke dunia dengan mengusung kodrat yang sangat mulia.

Mengandung, melahirkan dan menyusui adalah kodrat perempuan yang tak bisa digantikan. Itulah sebabnya secara biologis alat-alat reproduksi perempuan lebih merenik dibanding laki-laki.

Risiko melahirkan

Pada satu sisi, kodrat mulia itu membahagiakan sekaligus membanggakan. Namun di sisi lain, tak jarang kelebihan itu memiliki risiko, khususnya terhadap kesehatan. Apalagi, jika tidak merawatnya dengan baik. Pasalnya, dengan alat-alat reproduksi yang lebih merenik itu perempuan menjadi lebih rawan terkena beberapa penyakit kritis.

Tak bisa dimungkiri, perempuan lebih membutuhkan payung pengaman dibanding laki-laki karena kodrat biologisnya ini. Inilah mengapa perempuan membutuhkan asuransi kesehatan untuk memback-up hidupnya.

Risiko Melahirkan

Perempuan mana yang tidak bangga dan bahagia saat mengandung dan melahirkan anak ke dunia. Namun, tidak seluruh proses mengandung dan melahirkan berlangsung lancar. Tak sedikit perempuan yang gagal saat bertaruh nyawa menghadirkan anak.

Simak saja, berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2010, angka ibu meninggal akibat perdarahan saat melahirkan telah menembus angka 28%.Angka ini bahkan lebih buruk dibanding negara lain seperti Afrika.

Bukan itu saja, menurut catatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), angka kematian ibu melahirkan meningkat dibanding periode 2000. Kini jumlahnya mencapai 359 orang per 100 ribu kelahiran selamat. Jumlah ini meningkat dibanding sebelumnya yang mencapai 228 orang per 100 ribu kelahiran selamat. Artinya, di Indonesia sekarang ini tercatat ada ibu meninggal karena melahirkan setiap 1,5 jam.

Kanker Mulut Rahim atau Serviks

Rahim adalah alat reproduksi yang hanya dititipkan Tuhan pada perempuan dan tidak bisa tergantikan. Sungguh mulia. Namun, kanker mulut rahim atau serviks adalah ancaman paling menakutkan. Bahkan, WHO atau badan kesehatan dunia mencatat, setiap tahun ribuan perempuan meninggal karena kanker serviks. Kanker satu ini masih tercatat sebagai pembunuh nomor satu  bagi perempuan.

Indonesia mencatat data yang mencengangkan terkait kanker mematikan ini. Setiap hari, ada 40 perempuan Indonesia terdeteksi mengidap kanker serviks. Dari angka tersebut, 20 di antaranya meninggal. Hal itu dimungkinkan karena kanker serviks biasanya baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut (IIIB ke atas). Pasalnya, kanker leher rahim biasanya tidak ditunjukkan dengan gejala apa pun pada stadium-stadium awal.

Kanker serviks

Kanker Payudara

Kanker payudara memang tidak sepenuhnya menyerang perempuan. Beberapa kasus juga terjadi pada laki-laki. Hanya saja, tetap perempuanlah yang sangat berisiko terpapar penyakit berisiko mematikan ini.

Jika dunia mencatat kanker serviks menjadi pembunuh nomor satu, di Indonesia kanker payudara-lah pembunuh nomor satu. Pada 2010, jumlah pasien kanker payudara mencapai 28,7 persen dari total penderita kanker secara keseluruhan.

Data yang dihimpun Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyebut, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100 ribu. Malangnya, 70% pasien kanker payudara baru menyadari saat sudah berada pada stadium lanjut.

Deteksi Dini dan Payung Asuransi

Tak ada pilihan lain, perempuan harus lebih aware dengan organ-organ reproduksinya. Jangan sampai alat-alat reproduksi, berkah dari Tuhan yang demikian mulia, itu berubah menjadi petaka.

Rutin memeriksakan diri adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Terlebih saat mengandung dan siap melahirkan. Selain itu, perempuan juga harus peka saat terjadi sesuatu terhadap tubuhnya.

Mengantisipasi akan lebih bagus dibanding mengobati. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) melaporkan, kanker serviks merupakan satu dari 44 penyakit kritis yang mengancam perempuan. Salah satu penyebabnya adalah seringnya menggunakan toilet umum yang sudah tercemar virus human papilloma (HPV) onkogenik.

Biaya pengobatan berbagai penyakit kanker luar biasa mahal. Tidak sedikit penderita harus rela kehilangan harta benda atau menguras tabungan bertahun-tahun untuk membiayai pengobatan. Inilah alasan utama mengapa setiap perempuan harus sadar asuransi sejak dini.

Asuransi akan menjadi payung aman saat situasi sulit ini terjadi. Pasalnya, siapa bisa memastikan dirinya tak akan bisa terpapar penyakit kritis? Terlebih, perempuan dengan kemuliaan kodrat biologisnya yang lebih berisiko terpapar penyakit kanker khas kaum hawa.

Asuransi AXA Mandiri Hospitalife

Mandiri Hospitalife

Jangan menunggu sakit untuk membuka asuransi kesehatan. Mandiri Hospitalife dari AXA Mandiri memberi kemudahan dengan pengajuanaplikasi secara online melalui KreditGoGo, yakni tidak diperlukan medical check up. Selain itu, pembayaran premi juga bisa dilakukan melalui kartu kredit  dari bank mana saja yang Anda miliki. Atau, bisa dengan sistem otodebit bagi nasabah yang memiliki rekening tabungan Bank Mandiri.

Yang lebih penting lagi, Mandiri Hospitalife memiliki jaringan di 953 rumah sakit yang menjadi rekanan. Tak hanya rawat inap, Mandiri Hospitalife juga memberikan manfaat santunan perawatan intensif dan rawat inap di ruang ICU.

Nah kaum perempuan Indonesia, tunggu apalagi? Jangan sia-siakan kodrat mulia yang dititipkan Tuhan pada tubuhmu. Berilah payung pengaman dan garansi untuk asetmu yag sangat berharga itu.

#InformasiAsuransi

Baca juga:
Alasan Kenapa Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Asuransi
Perempuan Perlu Refreshing Nyaman, Seperti Apakah?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama