Awas, Virus Zika Kembali Mengancam!

Virus Zika kembali mengancam Indonesia dari negeri tetangga, Singapura. Meski belum mengeluarkan travel warning, pemerintah mulai berjaga-jaga agar tidak menyebar di Tanah Air.

Februari lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyebaran Zika sebagai darurat global dengan epidemi yang telah muncul di sedikitnya 70 negara, seperti Bolivia, Ekuador, Guetemala, Paraguai, Venezuela, Barbados, dan Meksiko.

Virus Zika Mengancam

Para ilmuwan yang menyelidiki jalur penyebaran Zika juga mengatakan 2,6 miliar orang yang tinggal di Asia dan Afrika dapat berisiko terinfeksi. Beberapa negara paling rentan termasuk India, China, Filipina, Indonesia, Nigeria, Vietnam, Pakistan, dan Bangladesh.

Melihat betapa berbahayanya virus ini, ada baiknya mengenal lebih jauh virus yang sebagian besar disebarkan oleh spesies nyamuk tropis ini.

Membedakan Gejala Virus Zika dengan Demam Berdarah

Gejala virus zika diketahui mirip dengan gejala demam berdarah, karena itu infeksi virus zika sulit dibedakan dari demam berdarah. Namun, Anda bisa membedakannya dengan melihat riwayat perjalanan pasien.

Jika dua minggu sebelumnya dia pernah mengunjungi daerah endemis virus zika, maka gejala tersebut bisa dicurigai sebagai infeksi virus zika. Selain itu Anda juga bisa melihat adanya konjungtivitas atau mata merah dan skin rash atau ruam kulit.

Ancaman Virus Zika bagi Anak dan Ibu hamil

Ancaman virus zika bisa mengakibatkan risiko yang serius bagi anak, di Amerika, seorang bayi yang dipastikan positif terinfeksi virus Zika, lahir dengan kondisi kerusakan otak. Begitu pula di Brasil, konon ribuan anak lahir dengan ukuran otak lebih kecil gara-gara virus ini.

Tidak hanya menyerang anak-anak virus zika juga menjadi ancaman serius bagi ibu hamil. Virus zika dapat menyebabkan kerusakan parah pada otak janin yang mengakibatkan mikrosepali atau cacat lahir dengan ukuran kepala yang lebih kecil.

Ibu Hamil

Mengendalikan nyamuk pembawa virus zika perlu upaya bersama dan komprehensif. Tak hanya untuk wanita hamil, semua orang perlu melindungi diri dari virus zika dengan cara berikut ini:

1. Kenali Penyebabnya

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit pengidap yang telah memiliki virus tersebut. Virus Zika juga dapat menular melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

2. Pahami Gejalanya

Gejala yang muncul akibat serangan virus ini hampir sama dengan gejala flu seperti demam, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, mata merah, dan ruam atau kulit kemerahan.

Gejala-gejala penyakit Zika memang mirip dengan gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung selama 2-7 hari. Gejala-gejala ini akan menyebabkan pengidap mengalami penurunan kondisi kesehatan dan mengalami kelumpuhan.

Umumnya pengidap dapat pulih kembali setelah terserang virus ini, namun beberapa laporan menyebutkan bahwa Zika juga dapat berakibat fatal berupa kematian jika menyebabkan pelemahan otot pernapasan.

Gejala penyakit ini memang tergolong ringan dan sering kali dianggap sebagai flu biasa. Oleh karena itulah banyak orang tidak menyadarinya sampai akhirnya terlambat. Padahal, jika diatasi sejak awal, Zika sebenarnya jarang mematikan.

Penyebaran Virus Zika

2. Ketahui Cara Pengobatannya

Jika Anda baru saja bepergian ke daerah-daerah yang terjangkit virus Zika dan mengalami gejala-gejala seperti di atas, segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk melakukan tes darah khusus.

Sampai saat ini, memang belum ada vaksin yang dapat mencegah atau obat khusus untuk mengobati infeksi Zika. Tapi jika Anda terdiagnosa, coba lakukan pengobatan berikut:

  • Banyak istirahat
  • Cukup minum untuk mencegah dehidrasi
  • Konsumsi obat seperti acetaminophen atau parasetamol untuk meringankan demam, sakit otot dan sendi
  • Jangan minum aspirin dan obat non-steroid anti-inflamasi

Asuransi kesehatan

Proteksi Diri dengan Perlindungan yang Tepat

Pada dasarnya, Anda akan dapat mengatasi epidemi Zika ini dengan memastikan kekebalan tubuh Anda selalu berada dalam keadaan prima. Mengonsumsi makanan bernutrisi, rajin berolahraga dan istirahat yang cukup dapat membantu tubuh Anda tetap sehat.

Namun jika sewaktu-waktu risiko penyakit menyerang sediakan perlindungan yang tepat dari Asuransi Mandiri Hospitalife. Produk asuransi ini memberikan manfaat untuk pihak tertanggung berupa santunan rawat inap, santunan rawat inap harian sampe dengan Rp 2 juta per hari untuk penyakit demam berdarah/malaria.

Asuransi Mandiri Hospitalife akan membantu kebutuhan biaya rawat inap demi pemulihan kesehatan pihak tertanggung dan uang pertanggungan meninggal dunia kepada ahli waris apabila tertanggung meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan diri.

Pilihlah proteksi diri yang tepat agar kondisi keuangan tidak terganggu di kemudian hari. Perlindungan terbaik wajib diberikan untuk keluarga tercinta dari berbagai ancaman virus dan serangan penyakit.

Baca Juga :
Agar Biaya Rumah Sakit Tak Lagi Mencekik
Asuransi Jiwa, Demi Masa Depan Keluarga Tanpa Was-Was


0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama