Asuransi Tepat, Cara Workaholics Antisipasi Penyakit Tropis

Tuntutan kerja sering membuat orang lupa jika ketahanan tubuh ada batasnya. Para workaholics kerap lalai dengan kesehatannya. Saatnya pasang kuda-kuda dengan asuransi tepat.

Era milenial menuntut aktivitas dan mobilitas tinggi bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya. Kendati kemajuan teknologi telah menawarkan berbagai kemudahan, tetap saja pekerjaan dengan ekspektasi tinggi menuntut kerja ekstra keras. 

Ujung-ujungnya, berbagai masalah pun muncul. Termasuk, serangan berbagai macam penyakit khas bagi mereka-mereka yang lalai menjaga fisiknya.

Beberapa penyakit tropis seperti tifus, demam berdarah, cacar, polio, hepatitis, chikungunya, dan malaria juga jadi ancaman bagi para pegila kerja. Wajar jika penyakit tropis gampang menghinggapi para workaholics.

Sebagai daerah tropis, Indonesia adalah daerah endemik untuk sejumlah penyakit tropis seperti tifus, demam berdarah, dan malaria.

Selama ini penyakit tropis berkait erat dengan cara hidup tidak sehat, kondisi lingkungan tidak higienis, dan penyakit menular atau endemik.

Tubuh Tidak Fit dan Pola Makan Salah

Yang menjadi pertanyaan, mengapa para pegila kerja atau workaholics rentan terserang penyakit tropis seperti tifus dan demam berdarah

Ingat, bakteri yang mengakibatkan infeksi akut usus halus yang menyebabkan demam tifoid atau tifus kerap menyerang orang-orang dengan kondisi tubuh tidak fit. 

Gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang memicu demam berdarah pun bisa berubah fatal jika mengeram di tubuh orang-orang gila kerja yang tak menghiraukan kesehatannya.

Bukan rahasia lagi, workaholics adalah orang-orang yang kerap tak memerhatikan kondisi tubuhnya. Apalagi, jika dia orang lapangan yang selalu dibayangi dengan goal atau target capaian yang harus diraih pada waktu tertentu.

Situasi tersebut diperparah dengan pola makan yang cenderung seenaknya. Sempurnalah sudah sebagai pemicu serbuan berbagai bakteri dan virus yang sudah mengeram di tubuh.

Bakteri tersebut bisa masuk melalui makanan dan air yang telah tercemar. Atau, ditularkan langsung oleh nyamuk yang mencuri kesempatan di saat si empunya tubuh lengah.

Pada tubuh sehat dan fit, bakteri-bakteri bisa diadang oleh asam lambung. Namun, bakteri-bakteri itu akan menerobos hingga usus halus jika kondisi tubuh tidak fit. Apalagi, dengan pola makan yang tidak sehat. 

Tak pelak, bakteri berkembang biak di usus halus yang mestinya berisi bahan makanan sehat dan steril. Bakteri bahkan mengeluarkan toksin atau racun yang mengakibatkan peradangan. Fase demam pun dimulai.

Variasi Gejala

Tak hanya demam, gejala muncul bervariasi. Selain demam, orang yang terpapar tifus biasanya mengalami nyeri kepala, pusing, mual, bahkan muntah. Selain itu, gejala ini sering diikuti dengan nyeri otot, diare, dan perasaan tidak enak di perut hingga kejang-kejang. 

Jika demam tak terkendali tifus bisa menyebabkan tremor, mengigau, hilangnya kesadaran bahkan hingga koma.

Parahnya lagi, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit tifus dapat menyebabkan komplikasi pembuluh darah jantung, anemia, radang paru-paru, radang hati, dan juga ginjal. 

Bahkan, bisa menyebabkan kematian pada penderita karena septicemia, gagal jantung, gagal ginjal atau pneumonia.

Gejala senada juga dialami orang yang terjangkit demam berdarah. Ada beberapa fase demam berdarah yang harus diwaspadai seperti tingkat demam yang tidak stabil. Demam tinggi pada malam hari bisa berubah turun di siang hari. 

Atau, demam tinggi pada dua hari pertama diikuti demam rendah pada hari ketiga yang kemudian meninggi lagi pada hari berikutnya.

Demam tersebut diikuti oleh nyeri kepala, di belakang bola mata, nyeri otot dan sendi. Workaholics yang selalu menganggap dirinya adalah superman atau superwoman kerap menyepelekan gejala ini sebagai flu biasa. 

Inilah yang kerap membuat penderita demam berdarah berhadapan dengan problem serius, bahkan berakhir dengan fatal.

Istirahat Total

Tak ada pilihan lain, penderita tifus atau demam berdarah harus istirahat total. Prinsip perawatan bagi kedua penyakit tropis tersebut adalah bagaimana mengusir bakteri atau virus serta mencegah kuman berinvasi dalam tubuh. 

Selain mengusir bakteri dari dalam tubuh, langkah ini efektif untuk meminimalisasi penyebaran.

Tiga hari hingga seminggu paling tidak pengidap tifus dan demam berdarah harus berbaring di tempat tidur hingga kondisi tubuh stabil. Setelah itu, penderita baru boleh duduk, berdiri, dan akhirnya berjalan. Dan, semua itu harus dalam pantauan paramedik yang menguasai pada bidangnya.

Apa jadinya jika pegila kerja kena penyakit tropis? Tentu harus beristirahat total di atas pembaringan akan menjadi mimpi buruk baginya. 

Dan makin menjadi mimpi buruk lagi jika di tengah sakitnya dia masih harus berpikir bagaimana menyiapkan dana tunai untuk biaya perawatan. Hari gini masih mengganggu stabilitas finansial untuk membiayai perawatan di rumah sakit?

AXA Mandiri Hospitalife

Ada baiknya para pegila kerja yang rentan terhadap berbagai penyakit karena tuntutan kerjanya yang tinggi menyiapkan payung tepat AXA Mandiri Hospitalife pantas dipertimbangkan.

Mengapa produk asuransi ini pantas diambil? Selain pertanggungan rawat inap, asuransi dengan kewajiban membayar premi selama empat tahun ini akan otomatis menjadi asuransi jiwa mulai tahun kelima. 

Masa pertanggungan akan diberikan hingga 12 tahun. Yang lebih menguntungkan lagi, begitu masa pertanggungan selesai premi yang dibayarkan pun akan kembali 100% kendati ada klaim.

Nah, workaholics tunggu apa lagi? Garansikan tubuh dan asetmu yang luar biasa penting dalam payung asuransi yang tepat ini. Ingat, superman atau superwoman kan tetap manusia.

Baca Juga: 

Pertimbangan Saat Memilih Asuransi Kesehatan Pertama Kalinya
Klaim Asuransi Kian Mudah Via Ponsel, Proses Lebih Cepat

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama