7 Perbedaan BPJS dan Asuransi Untuk Kesehatan

Meski sama-sama memberikan perlindungan, tapi asuransi kesehatan dan BPJS memiliki perbedaan manfaat. Mari telaah bedanya dan cari tahu pilihan yang menguntungkan Anda.

Indonesia memiliki dua jenis proteksi layanan kesehatan yakni asuransi kesehatan dan BPJS kesehatan. Keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk menjamin biaya kesehatan agar keuangan Anda tetap stabil. Apa yang membedakan keduanya?

Muncul banyak pertanyaan apakah dengan memiliki asuransi kesehatan kita tidak perlu memiliki BPJS kesehatan, begitu pula sebaliknya. Sebelum mengambil kesimpulan tersebut, mari kita lihat perbedaan dari kedua jenis perlindungan tersebut!

Premi yang Dibayarkan

Asuransi kesehatan memiliki kisaran premi yang lebih bervariasi tergantung dari jenis pilihan proteksi yang Anda inginkan. Semakin banyak proteksi yang dapat dicover maka semakin mahal tinggi yang ditawarkan. Premi juga dipengaruhi dari usia peserta, semakin bertambah usia maka premi yang dibayarkan akan semakin tinggi.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Asuransi Kesehatan

Sedangkan BPJS kesehatan memiliki premi yang jauh lebih murah dari asuransi kesehatan karena ditujukan untuk semua kalangan masyarakat tanpa pandang usia. Premi BPJS kesehatan hanya terbagi menjadi tiga kelas, yakni kelas I dengan premi Rp80 ribu, kelas II dengan premi Rp51 ribu, dan kelas III dengan harga premi Rp30 ribu.

Syarat Kondisi Kesehatan


Saat mendaftar asuransi kesehatan, Anda harus melewati proses pre-existing condition atau medical check up terlebih dahulu untuk melihat apa Anda memiliki penyakit bawaan atau penyakit keras yang pernah diderita sebelumnya. Setelah melalui proses tersebut, barulah pihak asuransi kesehatan bisa menentukan penyakit atau kondisi kesehatan apa saja yang bisa dicover oleh mereka.

Untuk BPJS kesehatan tidak ada proses pre-existing condition karena BPJS menerima peserta apapun kondisinya tanpa melihat riwayat kesehatannya terlebih dahulu. Semua penyakit lama atau baru, seluruhnya akan ditanggung oleh BPJS tanpa dibedakan.

Batasan Plafon Manfaat

Pada asuransi kesehatan, ada batasan limit manfaat yang dikenal dengan nama plafon asuransi. Sebagai contohnya, jika Anda memiliki premi asuransi kesehatan dengan plafon Rp20 juta, maka saat Anda sakit dan dirawat di rumah sakit, total biaya perawatan yang Anda keluarkan tak boleh lebih dari Rp20 juta. Jika biaya yang dikeluarkan melebihi batasan plafon, maka Anda harus menanggung sisa biayanya.

Baca juga: Ini Dia Jenis Pertanggungan yang Dicover BPJS Kesehatan

Untuk BPJS kesehatan tidak ada batasan plafon manfaat yang didapat. Semua biaya sudah ditanggung BPJS kesehatan secara keseluruhan dan pesertanya cukup mengikuti sejumlah prosedur yang ditentukan.

Pilihan Rumah Sakit

BPJS kesehatan hanya bisa digunakan di rumah sakit yang sudah bekerjasama dan kebanyakan adalah rumah sakit milik pemerintah. Rumah sakit swasta masih banyak yang belum bekerjasama dengan BPJS kesehatan.

Lain halnya dengan pemilik asuransi kesehatan yang sangatlah diuntungkan dalam hal ini karena pilihan tempat berobat Anda jauh lebih banyak hingga 826 rumah sakit. Hampir semua rumah sakit milik pemerintah dan swasta menerima asuransi kesehatan. Jika perusahaan asuransi kesehatan Anda belum bekerjasama dengan rumah sakit tersebut, maka sistem yang diberlakukan adalah sistem reimbursement.

Pelayanan yang Diberikan

Beda BPJS dan Asuransi Kesehatan

Peserta BPJS kesehatan yang ingin berobat memerlukan waktu yang tidak sebentar karena BPJS kesehatan memberlakukan sistem rujukan dari tingkat yang paling bawah terlebih dahulu yakni puskesmas. Setelah Anda mendapat rujukan dari puskesmas, barulah Anda bisa dirawat di rumah sakit yang sudah ditunjuk.

Berbeda dengan asuransi kesehatan yang tidak melalui proses rujukan terlebih dahulu. Anda bisa langsung datang ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan dan pengobatan. Prosesnya tidak sulit dan tidak berbelit-belit.

Fasilitas yang Didapat

Fasilitas yang didapat dari peserta BPJS kesehatan adalah mendapatkan jaminan kesehatan secara penuh dari pemerintah. Jadi saat Anda sakit, maka BPJS kesehatan akan mencover semua biaya Anda mulai dari rawat inap, operasi, obat, dan dokter. Selain itu, BPJS juga mencover rawat jalan, optik, gigi, hingga persalinan.

Baca juga: Sudah Cukupkah Hanya Mengandalkan BPJS?

Mayoritas asuransi kesehatan memberikan manfaat perawatan untuk rawat inap seperti biaya kamar hingga Rp800 ribu per hari. Itu diluar biaya operasi, obat, dokter, dan jaminan kematian atau asuransi jiwa. Biasanya asuransi kesehatan menyertakan jaminan kematian dalam polis yang akan diterima dana santunannya oleh ahli waris, sedangkan dalam BPJS kesehatan tidak ada jaminan kematian.

Proses Klaim

BPJS kesehatan tidak menerapkan sistem klaim, misalkan saat Anda sakit dan membayar dengan asuransi kantor, maka Anda tidak bisa melakukan klaim pada BPJS kesehatan.

Dana yang sudah Anda bayarkan juga tidak akan bisa Anda cairkan sampai kapanpun meski Anda rutin membayar BPJS dan tidak menggunakan layanan BPJS sama sekali. Hal ini berlaku karena BPJS kesehatan berkonsep subsidi silang dan juga karena tidak ada kontrak atau polis yang berlaku.

Baca juga: Pilih Asuransi Kesehatan dengan 5 Pertimbangan Ini

Sementara dalam asuransi kesehatan, Anda bisa mengajukan klaim serta double klaim jika Anda memiliki lebih dari satu asuransi kesehatan. Saat masa polis sudah berakhir, ada asuransi kesehatan yang memberikan pengembalian premi dengan hitungan persen tergantung dari perusahaan asuransi kesehatan tersebut.

Contohnya, seperti asuransi kesehatan Simasnet Sehat Gold yang memberlakukan pilihan klaim secara reimburse atau cashless. Ada juga Asuransi yang memberikan pengembalian premi dengan bonus10% saat masa polis berakhir jika tak ada klaim.

Pilih Mana yang Lebih Baik?

Kedua jenis layanan proteksi di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dan perlindungan yang maksimal, maka disarankan untuk memiliki keduanya.

Apapun pilihannya, selalu pertimbangkan keuangan yang Anda miliki saat ini. Semoga penjelasan di atas bisa berguna untuk Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama