5 Alasan Mengapa Orang Enggan Beli Asuransi

Asuransi ibarat ‘payung’ kehidupan di masa mendatang. Namun, mengapa hingga saat ini masih banyak orang yang enggan membeli asuransi? Berikut adalah jawabannya.

Apakah saat ini Anda memiliki asuransi, tetapi asuransi tersebut merupakan asuransi yang disediakan oleh perusahaan? Atau malah sama sekali belum memiliki asuransi? Dalam artikel ini, kami akan mencoba menjelaskan mengapa hingga saat ini orang masih enggan membeli asuransi.

Faktanya, kesadaran berasuransi masyarakat Indonesia saat ini masih rendah. Dari 240 juta jiwa penduduk Indonesia, hanya 18% atau sekitar 43,2 juta jiwa yang sudah mengerti dan memahami asuransi. Padahal, ada sederet alasan kuat mengapa orang membutuhkan asuransi.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari jumlah tersebut, baru 12% atau 28,8 juta jiwa yang benar-benar merasakan produk asuransi.

Fakta lain menyebutkan bahwa penduduk Indonesia yang terlindungi dengan asuransi jiwa tidak lebih dari 5% dari jumlah penduduk. Angka tersebut berdasarkan Laporan Hasil Kinerja Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Semester Pertama 2014.

Selain itu, rasio premi asuransi jiwa terhadap produk domestik bruto (PDB) di Indonesia hanya sebesar 1,6%. Padahal diperkirakan pada 2020, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mencapai 141 juta jiwa.

Dengan berbagai fakta tersebut, sebenarnya apa yang menjadi alasan orang enggan membeli asuransi? Berikut adalah beberapa alasannya.

1. Asuransi Belum Dianggap Kebutuhan Primer

Saat disebut kebutuhan primer, biasanya orang akan menjawab sandang, pangan, dan papan. Setelah tiga prioritas utama kebutuhan seseorang tersebut terpenuhi, barulah kebutuhan sekunder dan tersier akan dipenuhi.

Nah, kebanyakan orang belum menganggap asuransi sebagai kebutuhan sekunder atau tersier, apalagi primer. Bukti paling gampangnya adalah, Anda tentu sering menemukan orang bergonta-ganti kendaraan atau gadget sesuai tren saat ini.

Namun jika orang tersebut ditanya, apakah sudah memiliki asuransi, kemungkinan besar jawabannya adalah 'tidak' atau 'belum'. Selanjutnya, jika ditanya lagi, berminatkah memiliki asuransi, peluang jawabannya adalah antara 'iya' atau 'tidak'. 

2. Asuransi Sudah Ditanggung Perusahaan

Saat ini, memang banyak perusahaan yang menanggung asuransi kesehatan (seperti BPJS Kesehatan) untuk karyawannya, dan ini menjadi benefit tersendiri. Pendaftarannya pun diurus oleh pihak perusahaan ketika seseorang mulai bekerja di sana.

Baca juga: Ini Dia Jenis Pertanggungan yang Dicover BPJS Kesehatan

Dengan adanya asuransi dari perusahaan, membuat orang tidak perlu lagi repot-repot mengurusnya seorang diri. Namun, ada beberapa perusahaan menganjurkan para karyawannya membuka asuransi secara pribadi sesuai dengan perusahaan asuransi yang diminatinya.

Meskipun begitu, belum tentu orang tersebut otomatis terpikir untuk memiliki asuransi yang dibelinya sendiri. Karena umumnya, kredit rumah, kredit mobil, atau kredit motor adalah incaran bagi para pekerja baru.Lalu, bagaimana dengan memiliki asuransi? Kemungkinan besar jawabannya adalah 'nanti' atau malah 'tidak'.

3. Lebih Memilih Investasi daripada Asuransi

Kebanyakan orang menilai bahwa memiliki investasi (terlihat) lebih menguntungkan dibandingkan asuransi. Mereka berpikir, dengan berinvestasi, jumlah uang atau aset mereka yang diinvestasikan akan berlipat-ganda dalam kurun waktu tertentu.

Sementara itu, dengan asuransi, jika tidak terjadi pengajuan klaim asuransi, maka mereka merasa rugi karena telah membayar premi asuransi.

4. Tidak Perlu Asuransi Karena Masih Muda

Ketika masih muda, sehat, dan belum memiliki tanggungan, rata-rata orang belum terpikirkan untuk memiliki polis asuransi. Masih banyak kebutuhan/keinginan selagi muda lainnya yang perlu dipenuhi daripada harus membayar premi asuransi.

Namun, berbicara asuransi pastinya berbicara tentang sebuah risiko dan perlindungan keuangan di masa depan. Jadi, bila di suatu waktu mengalami risiko, maka Anda pun tidak perlu lagi menyusahkan keluarga untuk pertanggungan kerugian yang harus dikeluarkan.

5. ‘Membuang Uang’ untuk Membayar Premi

Beberapa orang mungkin masih merasa membayar premi asuransi seperti ‘membuang uang’, karena menganggap manfaatnya tidak langsung terasa. Ketika tidak sakit, maka mereka merasa hanya menyetor uang cuma-cuma kepada perusahaan asuransi.

Namun faktanya, ketika seseorang tanpa asuransi atau jaminan sosial, penyakit bisa dengan mudah menguras uang seseorang dalam waktu singkat. Misalnya, mengalami risiko suatu penyakit dan perlu perawatan khusus rumah sakit. Apalagi jika sudah berkeluarga dan harus menanggung biaya hidup lainnya.

Itulah beberapa alasan mengapa hingga saat ini orang masih enggan membeli asuransi. Pada dasarnya, asuransi adalah perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Istilahnya, memiliki asuransi adalah ‘sedia payung sebelum hujan’.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Asuransi itu Penting

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama