3 Alasan Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

Memiliki polis asuransi jiwa memang sangat bermanfaat bagi sang pemegang kepada keluarganya bila sudah meninggal dunia Namun, jangan salah, ada beberapa yang bisa membuat uang manfaat perlindungan itu tidak cair.

Asuransi memang menawarkan berbagai perlindungan yang bisa menarik minat siapa saja. Ada berbagai bentuk proteksi yang ditawarkan perusahaan-perusahaan, seperti kesehatan, kendaraan, perjalanan, pendidikan, hingga jiwa.

Namun, di balik itu, masih ada masalah yang sering membuat penggunanya sulit. Kendala yang dimaksud adalah mengenai klaimnya. Di mana Anda harus melewati berbagai prosedur pemenuhan syarat yang sering sangat merepotkan.

Nah, proses pengajuan inilah yang harus dilakukan dengan benar agar manfaat pertanggungan proteksi bisa didapatkan.

Asuransi Jiwa

Di asuransi jiwa, banyak perusahaan yang menawarkan uang pertanggungan (UP) dalam jumlah besar. Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas, apakah semudah itu mendapatkan keuntungan yang ditawarkan? Tentu tidak.

Karena itulah, ketahui alasan-alasan mengapa perusahaan menolak klaim asuransi jiwa Anda seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Misrepresentasi material

Hal ini adalah penyebab utama mengapa perusahaan asuransi jiwa menolak klaim nasabahnya. Di mana Anda telah memberikan pernyataan atau pemberian informasi yang salah dan tidak sesuai pada kenyataan.

Informasi yang diberikan bisa berupa riwayat kesehatan, risiko pekerjaan, penghasilan bulanan, dan sebagainya.

Sebagai contoh, nasabah sebelumnya mengatakan dalam formulir pendaftaran bahwa ia tidak mempunyai gejala atau riwayat kesehatan berbahaya seperti penyakit jantung.

Namun pada kenyataannya adalah ia kemudian meninggal karena penyakit tersebut. Bila sudah begitu, kemungkinan besar perusahaan akan menolak pengajuan Anda.

Ingat, penyedia layanan ini tidak akan begitu saja percaya pada Anda, pasti mereka akan mengecek apakah informasi dari Anda benar atau tidak.

2. Bunuh diri

Selain memberi informasi yang salah, perusahaan juga sering menolak klaim asuransi jiwa bila pemegang kesepakatan melakukan bunuh diri.

Sebagai contoh, bila anggota keluarga tertanggung mengajukan manfaat atas meninggalnya pemilik polis. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata si nasabah terbukti melakukan bunuh diri yang membuat dirinya meninggal dunia, maka UP tidak akan diberikan.

Hampir tidak ada penyedia layanan ini yang mau memberikan uang pertanggungan kalau pemilik polis melakukan bunuh diri. Biasanya persahaan hanya memberikannya bila Anda meninggal akibat sakit, kecelakaan, atau mengalami kecacatan karena kedua hal tersebut.

Perhatikan Polis Asuransi Anda

3. Meninggal akibat ulah sendiri

Memang, perusahaan akan memberikan manfaat produk mereka bila nasabahnya meninggal akibat sakit atau kecelakaan yang bukan disengaja.

Namun, jangan salah, mereka juga bisa menolak klaim kalau Anda meninggal karena kesalahan sendiri. Loh, apa bedanya dengan bunuh diri?

Sebagai contoh, kasus meninggalnya seseorang yang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya. Namun, hal tersebut terjadi akibat ia berulah dengan kebut-kebutan. Memang kematiannya terjadi secara tidak sengaja, namun aksi itu dilakukan secara sengaja.

Selain itu, bila seseorang kehilangan nyawa akibat penyakit tertentu, namun setelah diteliti, ia meninggal karena kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan berbahaya.

Siapa sih yang tidak kecewa bila pengajuan asuransi jiwa yang diajukannya ditolak. Mengingat manfaat yang didapatkan bisa di atas Rp500 juta, cukup besar bukan?

Berbagai kasus ditolaknya klaim secara tidak langsung telah membuat masyarakat takut untuk membeli polis perlindungan. Padahal kegunaan dari produk keuangan ini sangat besar karena bisa memproteksi berbagai komponen hidup Anda mulai dari kesehatan, rumah, hingga kendaraan.

Karena itulah, perhatikan aturan yang disebutkan perusahaan agar suatu saat UP asuransi bisa digunakan oleh keluarga Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Muchtar

    Sya mau tanya pak,org tua saya meninggal tp masih memiliki kredit di bank mandiri.begitu saya klaim asuransi jiwa org tua saya sulit pak.kata pihak bank org tua saya tdk menggunakan asuransi jiwa.melainkan menggunakan asuransi aset/bangunan.ini seperti apa solusi nya pak,padahal saya yakin org tua saya pakai asuransi jiwa.karna asuransi jiwa lebih penting dari PD asuransi bangunan pak.tolong solusi nya pak.

    Reply