Sedia Asuransi, Sebelum Kebanjiran

Musim hujan tiba. Jalan raya, perumahan, dan perkantoran banyak yang terendam banjir. Sudahkah Anda melindungi aset-aset penting yang ada dengan ini?

Musim hujan sudah tiba, rutinitasnya pun terbilang cukup sering menghampiri sebagian besar wilayah Indonesia. Sebenarnya tak ada yang salah dengan kehadiran hujan, tapi kenapa ya banyak warga Indonesia yang tinggal di kota-kota besar, seperti Jakarta, selalu murung setiap hujan mulai sering menghampiri langit kota tersebut?

Intensitas curah hujan yang besar dan didukung sistem resapan air yang buruk lah yang membuat sebagian besar penduduk Jakarta menjadi murung. Kenapa? Karena dengan buruknya sistem penyerapan air yang ada dan intensitas hujan yang besar, maka akan menimbulkan banjir.

Hal yang satu ini menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ketika banjir datang, banyak aktivitas yang tertunda karena banyak jalan raya yang terendam. Tak hanya itu, banyak kantor dan rumah-rumah warga juga ikut terendam banjir. Maka dari itu, aktivitas keseharian kita menjadi terhambat karena terkepung banjir. Bayangkan saja, perjalanan pergi ke kantor yang biasanya memakan waktu 2 jam, bisa berkali-kali lipat bertambah ketika banjir datang. Selain itu, bukan cuma waktu yang dirugikan ketika banjir tiba, kerugian finansial pun siap menghampiri Anda dikala banjir.

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk mencegah terjadinya kerugian besar akibat banjir, ada baiknya Anda mengikut sertakan aset-aset yang dimiliki dalam program asuransi. Program ini dapat membantu Anda melindungi sejumlah aset yang ada dari bahaya yang timbul ketika banjir melanda. Terlebih lagi ketika intensitas curah hujan telah memasuki masa puncaknya, seperti pada saat ini. Lalu, aset apa saja yang sebaiknya Anda ikuti ke dalam program asuransi? Berikut penjelasan mengenai berbagai aset penting yang harus masuk dalam daftar asuransi Anda.

Kendaraan Bermotor

Bagi Anda yang tidak tinggal di daerah rawan banjir pastinya banyak yang mengesampingkan hal yang berhubungan dengan asuransi kendaraan bermotor. Meskipun demikian, asuransi untuk kendaraan bermotor ini termasuk penting untuk Anda lakukan.

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa sistem resapan air seperti di Jakarta masih tergolong buruk. Hal itu menyebabkan banyak jalan raya yang beresiko terendam banjir ketika curah hujan meningkat. Bayangkan jika Anda sedang melintas di jalan raya dan seketika terkejut melihat wilayah yang akan Anda lewati sudah terendam banjir. Ketika hal tersebut terjadi, tak ada banyak pilihan yang bisa Anda lakukan. Pilihan yang ada hanya menerobos jalanan banjir tersebut dengan resiko kendaraan Anda akan ikut terendam, atau Anda pasrah meninggalkan kendaraan tersebut di wilayah itu hingga banjirnya surut.

Kedua pilhan tersebut tentunya sama-sama merugikan. Kerugian yang akan Anda tanggung pun sangat besar jika hal itu terjadi, karena bisa saja mobil yang Anda miliki hilang dicuri orang ketika ditinggalkan di lokasi banjir ataupun mengalami kerusakan parah setelah menerjang banjir. Puluhan bahkan ratusan juta uang Anda akan melayang ketika hal tersebut terjadi.

Terdapat dua jenis asuransi kendaraan bermotor yang bisa Anda pertimbangkan, yaitu Total Loss Only dan juga Comprehensive. Biasanya, jenis asuransi kendaraan bermotor yang meliputi perlindungan ketika banjir yaitu jenis Comprehensive. Namun, jenis asuransi ini hanya melindungi kendaraan Anda pada usia 0-10 tahun. Jika kendaraan yang dimiliki berusia lebih dari itu, ada baiknya Anda mengikuti program Total Loss Only dengan penambahan biaya untuk melindungi kendaraan Anda karena bencana banjir. Dengan begitu, Anda bisa mencegah kerugian yang akan muncul ketika banjir melanda.

Rumah dan Properti

Rumah dan properti juga merupakan aset penting yang harus Anda asuransikan. Tak terbayang jika harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah ketika banjir melanda dan merusak seluruh isi rumah Anda. Jumlah uang tersebut bisa Anda gunakan untuk membeli barang lain seperti motor, mobil, atau bahkan rumah.

Untuk urusan premi yang ditawarkan pada program ini terbilang cukup rendah. Ini dikarenakan asuransi rumah dan properti termasuk ke dalam tarrif zona perlindungan khusus seperti musibah banjir, gempa bumi, letusan gunung merapi, dan tsunami.

Pada program ini terdapat dua pembagian wilayah besar, yaitu zona DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan zona wilayah di luar wilayah-wilayah tersebut. Pembagian wilayah tersebut menentukan tariff yang diberikan, yaitu mulai dari 0,050%-0,055% untuk rumah yang berada di zona DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan 0,045%-0,050% untuk aset yang berada di luar zona DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama