Perbedaan Asuransi Kendaraan All Risk & Total Loss Only

Secara umum asuransi kendaraan dibagi menjadi dua jenis yaitu all risk dan total loss only. Apa perbedaan kedua jenis asuransi tersebut, manakah yang lebih baik?

Berganti Tahun Pertumbuhan Kendaraan di Indonesia kian meningkat. Jumlah motor dan mobil di Jakarta meningkat sebesar 12 persen tiap tahunnya. Jadi bisa Anda bayangkan bukan, betapa padatnya jalanan Ibu Kota.

Volume kendaraan yang terus meningkat selalu menjadi masalah utama penyebab kemacetan di Jakarta. Dalam kondisi seperti ini apa saja bisa terjadi di jalan raya, tidak terkecuali tingkat kecelakaan kendaraan bermotor. Kecelakaan yang melibatkan sejumlah kendaraan di DKI Jakarta sudah terjadi lebih dari ribuan kasus.

Mengutip dari CNN Indonesia, jumlah kecelakaan kendaraan yang terjadi di DKI Jakarta sejak bulan Januari hingga Mei 2015 sebanyak 2.392 laporan. Dari jumlah tersebut, kecelakaan terbesar didominasi oleh kendaraan pribadi.

Salah satu cara mengurangi risiko kecelakaan adalah berhati-hati dalam berkendara dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas dengan baik. Namun jika insiden kecelakaan tetap saja terjadi walaupun Anda sudah berhati-hati, Anda bisa melindungi risiko kerusakan kendaraan yang tidak diinginkan dengan membeli polis asuransi kendaraan.

Secara umum asuransi kendaraan dibedakan menurut dua jenis yaitu All risk dan Total Loss Only, kira-kira apakah perbedaannya?

1. Besarnya Premi

Ketika Anda memilih untuk menggunakan asuransi kendaraan ada sejumlah biaya yang wajib dibayar untuk mengalihkan risiko kerugian atas kendaraan kepada pihak suransi. Biaya itu dikenal dengan istilah premi asuransi. Masing-masing perusahaan asuransi memiliki peraturan sendiri untuk besaran preminya. 

Meski begitu, pemilik kendaraan pastinya mengidamkan premi yang murah tapi di saat bersamaan proteksinya komplit. Yang terpenting adalah Anda jangan langsung tergiur dengan premi murah tapi mengabaikan kualitas layanan asuransi tersebut.

Tarif asuransi kendaraan bermotor sekarang diatur oleh OJK berdasarkan wilayah dan kategori harga. Wilayah 1 meliputi Sumatera, Wilayah 2 meliputi Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat, Wilayah 3 meliputi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara).

All Risk

Tarif premi jaminan All Risk, yang mana dalam jaminan ini selain menjamin kerugian akibat kehilangan kendaraan (dicuri) juga menjamin kerusakan sebagian (partial risk) , misal terserempet kendaraan lain atau semacamnya, juga menjamin kerugian total akibat kecelakaan.

Tarif Premi Kendaraan 2015, Kondisi Comprehensive atau All Risk, sesuai ketentuan OJK

Kategori Uang Pertanggungan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Jenis Kendaraan Non bus dan Truk
Kategori 1 0 - Rp 125.000.000 3,82%- 4,20% 3,44%- 3,78% 2,53%- 2,78%
Kategori 2 > Rp 125.000.000 - Rp 200.000.000 2,67%- 2,94% 2,47%- 2,72% 2,07%- 2,28%
Kategori 3 > Rp 200.000.000 - Rp 400.000.000 1,71%- 1,88% 1,71%- 1,88% 1,40%- 1,54%
Kategori 4 > Rp 400.000.000 - Rp 800.000.000 1,20%- 1,32% 1,20%- 1,32% 1,20%- 1,32%
Kategori 5 > Rp 800.000.000 1,05%- 1,16% 1,05%- 1,16% 1,05%- 1,16%

Total Loss Only

Asuransi TLO preminya lebih ringan daripada asuransi All Risk. Nilai premi biasanya dihitung dari persentase harga mobil. Tarif premi asuransi kendaraan 2015 untuk kondisi Total Loss Only, atau kerugian total akibat kendaraan dicuri atau kerusakan total akibat kecelakaan diatur berdasarkan wilayah.

Tarif Premi Asuransi Kendaraan 2015 – Kondisi Total Loss Only, sesuai ketentuan OJK

Kategori Uang Pertanggungan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Jenis Kendaraan Non bus dan Truk
Kategori 1 0 - Rp 125.000.000 0,47%- 0,56% 0,65%- 0,78% 0,36%- 0,43%
Kategori 2 > Rp 125.000.000 - Rp 200.000.000 0,44%- 0,53% 0,44%- 0,53% 0,31%- 0,37%
Kategori 3 > Rp 200.000.000 - Rp 400.000.000 0,29%- 0,35% 0,29%- 0,35% 0,29%- 0,35%
Kategori 4 > Rp 400.000.000 - Rp 800.000.000 0,25%- 0,30% 0,25%- 0,30% 0,25%- 0,30%
Kategori 5 > Rp 800.000.000 0,20%- 0,24% 0,20%- 0,24% 0,20%- 0,24%

2. Perlindungan yang Diberikan

All Risk

Asuransi All Risk adalah tipe asuransi yang menjamin hampir semua risiko, tanpa menghitung besar atau kecilnya persentase kehilangan atau kerusakannya. Perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan atas kerugian sebagian atau keseluruhan mobil akibat kejatuhan benda, kebakaran, perbuatan jahat, pencurian, perampasan, tabrakan, benturan atau kecelakaan lalu lintas lainnya.

Asuransi jenis ini juga disertai dengan penambahan perluasan jaminan seperti perusakan yang disebabkan kebanjiran atau rusak akibat terjebak dalam kasus huru-hara, serta hilangnya kendaraan. Selain menanggung seluruh risiko pada kendaraan, asuransi jenis ini juga memberikan perlindungan jika Anda menabrak kendaraan lain atau yang biasa disebut dengan tanggung jawab pihak ketiga.

Total Loss Only

Jenis asuransi kendaraan ini hanya menjamin risiko kehilangan atau kerusakan pada kendaraan minimal 75% yang menyebabkan kendaraan tidak dapat digunakan lagi. Perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang klaim jika terjadi hal tersebut, namun tidak akan menanggung kerusakan kecil yang presentasenya tidak sampai 75%.

Karena perlindungan yang diberikan tidak seluas asuransi All Risk jelas preminya juga lebih rendah. Jika Anda memilih asuransi Total Loss Only tentunya Anda bisa lebih berhemat dan berhati-hati dalam berkendara.

Jadi Anda pilih jenis yang mana? Semua kembali lagi kepada kemampuan dan kebutuhan Anda. Semakin mahal biaya premi tentu sebanding dengan perlindungan yang diberikan.

Baca juga: 3 Hal yang Tidak Dilindungi Asuransi Kendaraan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama