Mengapa Asuransi Kendaraan di Kota Besar Penting?

Jika dicermati, lalu lintas dan kondisi jalan raya di Jakarta masih sangat rawan terjadi kecelakaan. Entah terserempet, tertabrak, penyok, terbaret, atau bahkan tertabrak. Pertanyaannya, masihkah perlu asuransi kendaraan?

Di kota besar, masyarakat modern hampir pasti menggunakan transportasi sebagai kebutuhan utama, yaitu kendaraan pribadi. Kebutuhan untuk membeli mobil pun akan semakin meningkat karena infrastruktur transportasi di kota besar tidak jua semakin layak, baik dalam hal pelayanan kualitas maupun kuantitas.

Selain itu, minat masyarakat di kota besar terhadap kendaraan pribadi tidak bisa dibendung. Pasti ada keluarga lain yang ingin memiliki mobil pribadi. Entah itu hatchback, sedan, AVP, mini van, atau apa pun. Arus pergerakan manusia di kota besar menuntut kebutuhan transportasi yang juga semakin cepat. Itu sebabnya, manusia di kota besar saling berkejaran dengan waktu yang juga semakin cepat.

Beberapa faktor mengapa tingkat kebutuhan mobil pribadi masih tinggi adalah transportasi massal yang tidak memadai, tidak terstruktur baik secara trayek maupun sistem waktu, karakter masyarakatnya juga masih takut untuk naik bus pada malam hari sementara aktivitas masih berlangsung, hingga adanya penodongan di transportasi publik. Tentu masih ada lagi faktor lagi yang mempengaruhi konsumen membeli mobil, dan dengan jumlah kendaraan pribadi yang semakin menumpuk di jalan maka bisa ditebak, macetlah akibatnya.

kecelakaan kendaraan di jalan raya

Kecelakaan di Jalan Raya, Pembunuh Ketiga Terbesar di Dunia

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2011, salah satu pembunuh terbesar ketiga di dunia, selain penyakit jantung koroner dan tuberkolosis, adalah kecelakaan lalu lintas. Korban terbanyak dari kecelakaan lalu lintas tersebut mencapai 67%, dan rata-rata pada usia produktif, yaitu 22-50 tahun. Ada sekitar 400.000 korban dengan usia dibawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, dengan kematian anak-anak dan remaja mencapai 1.000 orang tiap hari.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, angka kecelakaan yang terjadi pada 1992-2012 telah mencapai angka 117.949. Di tahun 2012 saja ada sebanyak 39.704 kasus untuk Luka Berat dan 128.312 kasus untuk Luka Ringan, akibat kecelakaan di jalan raya. Untuk korban meninggal, angka sudah mencapai 29.544 kasus. Kerugian materi akibat kecelakaan di jalan raya pun mencapai angka Rp 298.627 juta.

Jadi, Pelindungnya Apa?

Sebagai pembawa mobil, risiko pasti ada. Dari terserempet mobil lain, salah parkir di gedung tinggi, sampai kecelakaan fatal karena ketidakpatuhan pada rambu lalu lintas. Untungnya, kerugian materi tersebut bisa diminimalkan dengan cara mengikutkan mobil Anda ke dalam asuransi kendaraan. Untuk Anda pribadi bisa mendaftarkan diri ke asuransi kecelakaan diri.

Hampir semua merek mobil bisa dilindungi oleh asuransi kendaraan, namun merek-merek seperti terkenal misalnya Mercedes Benz, Lexus, atau Audi, dan sekelasnya, memiliki tingkat bunga premi yang lumayan tinggi.

Meski mobil banyak beredar di jalanan di Indonesia, harusnya juga diikuti dengan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi, khususnya asuransi kendaraan. Kesadaran masyarakat terhadap asuransi kendaraan sangat penting mengingat tingkat risiko kecelakaan di jalanan di Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu, melindungi mobil Anda dengan asuransi pastinya meminimalkan risiko pengeluaran biaya yang tidak terhingga akibat, misalnya, tabrakan di jalan tol.

Beda Total Loss Only (TLO) dan Comprehensive?

Oke. Seperti sudah diketahui, asuransi kendaraan pribadi ditujukan untuk melindungi mobil dari berbagai ancaman bahaya yang tidak kita inginkan. Bahaya itu ada banyak sekali, misalnya kehilangan, kecelakaan, terserempet, atau hal-hal yang memicu terjadinya kerugian terhadap mobil Anda.

Asuransi mobil biasanya terdiri dari dua jenis, yaitu Total Loss Only (TLO) dan Comprehensive. Keduanya jelas memiliki perbedaan. Jika Anda ingin memilih salah satu, atau bahkan keduanya sekaligus, pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup tentang produk tersebut walau keduanya sama-sama melindungi mobi dari risiko terhadap mobil Anda.

Asuransi Total Loss Only biasanya memberikan perlindungan jika mobil yang diasuransikan mengalami kerusakan secara total. Kerusakan total yang dimaksud adalah kehilangan karena, misalnya, kasus pencurian atau kerusakan yang tingkatnya mencapai 70%-75% dari nilai mobil tersebut pada saat terjadi kecelakaan.

Contoh untuk TLO misalnya seperti ini. Mobil A ditimpa suatu bencana, dan pada saat kejadian mobil tersebut memiliki nilai Rp200 juta. Kemudian setelah diperkirakan, jumlah total perbaikannya memakan biaya Rp 150 juta, maka mobil tersebut dapat dikategorikan rusak total meski secara fisik mobil tersebut masih ada atau tidak hilang. Artinya, kerusakan yang dialami mobil tersebut berada dalam level 75% (atau lebih). Kondisi mobil tersebut bisa terkategorikan ke dalam TLO.

Tapi harus diingat, bila kerusakan mobil berada di bawah angka 75%, pemilik mobil tidak bisa mengajukan klaim untuk pertanggungan TLO. Kerusakan-kerusakan kecil seperti tergores, kaca spion yang hilang, atau bahkan penyok kecil di bagian bemper belakang, tidak bisa ditanggung oleh produk ini. Anda harus mengambil tipe Comprehensive.

Untuk jenis Comprehensive, mobil Anda akan semakin terlindungi, baik kerusakan kecil maupun kerugian total. Bisa dikatakan cakupan jenis Comprehensive lebih menyeluruh. Anda yang memilih Comprehensive untuk perlindungan kendaraan pribadi dapat memperluas cakupan risikonya, misalnya menambah pertanggungan terhadap risiko bencana alam, risiko huru-hara, kerusuhan, tanggung jawab hukum pihak ketiga, dan lainnya.

Comprehensive juga memberikan perlindungan terhadap kendaraan ketika terjadi, misalnya logo depan mobil Mercedes Benz Anda patah oleh orang iseng. Bagian itu tentu akan dilindungi (partial loss). Selain itu Anda juga akan dilindungi jika ada kerugian total (total loss). Anda pun bisa memperluas cakupan jaminan dalam Comprehensive seperti bencana alam (banjir, tanah longsor, angin ribut, dan lain sebagainya). Dengan kata lain, pastikan Anda membeli produk Comprehensive dari perusahaan asuransi yang menjamin kendaraan rusak karena risiko banjir.

Satu hal yang penting diketahui, dalam Comprehensive Anda harus mengetahui bahwa tidak semua perusahaan akan memberi jaminan semua risiko. Tanya lebih lanjut kepada marketing asuransi kendaraan, apakah perbedaan utama untuk kerugian sebagian (partial loss) dan kerugian total (total loss). Jika polis asuransi kendaraan tidak diperluas dengan jaminan lain, misalnya bencana alam, huru-hara, atau kerusuhan, bisa jadi Anda hanya mendapat jaminan standar, walau sudah mengambil jenis Comprehensive.

Usia Mobil juga Berpengaruh Lho!

Usia mobil juga mempengaruhi jenis asuransi yang Anda ambil. Jenis Comprehesive biasanya melindungi mobil yang berumur 5 hingga 10 tahun, sementara mobil dengan usia lebih dari 15 tahun biasanya menggunakan Total Loss Only. Tingkat premi yang dibayarkan pun bervariasi, tergantung pada jenis pertanggungan yang dipilih dan kebijakan perusahaan asuransi.

Kita harusnya memiliki kesadaran bahwa asuransi untuk mobil bekas sama pentingnya dengan asuransi untuk mobil baru. Tidak berbeda. Kita justru akan dihadapkan pada risiko besar bila mobil bekas yang dimiliki tidak dilindungi asuransi. Coba cari tahu mengenai produk-produk asuransi mobil yang ditawarkan oleh perusahaan. Semakin detil pertanyaan, Anda akan semakin tahu perbedaan keunggulan satu perusahaan dengan lainnya. Semakin banyak pengetahuan Anda akan produk-produk asuransi kendaraan, akan semakin baik perlindungan yang bisa diberikan terhadap mobil Anda.

Melindungi mobil dengan asuransi, kita sebagai pemilik kendaraan pribadi pasti memiliki rasa tenang dan aman ke mana pun bepergian.

Yuk, mari berasuransi!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama