Mau Tahu Nilai Pertanggungan Asuransi Kecelakaan Pesawat? Ini Ulasannya

Bisnis angkutan udara memang memiliki nilai risiko super tinggi. Karena itu, kebutuhan asuransi bagi tiap maskapai sangat wajib untuk dipenuhi. Mau tau berapa nilai uang pergantian kalau terjadi kecelakaan pesawat? Ini ulasannya.

  1. special drawing rights (SDR)
  2. penggantian tahap pertama
  3. penggantian tahap kedua
  4. penggantian barang
  5. bagaimana dengan di Indonesia?
  6. asuransi untuk maskapai

Kejadian jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina pada tanggal 17 Juli 2013 memang sangat mengejutkan. Namun, di balik kecelakaan yang kabarnya diakibatkan tembakan rudal tersebut, tersimpan satu masalah penting lain, yaitu asuransi.

Ya, di dalam dunia penerbangan, masalah asuransi memang tidak bisa dipisahkan mengingat sektor ini memang masuk ke dalam bisnis berisiko tinggi. Dalam kasus MH17, para penumpang yang menjadi korban tentunya sudah dilindungi oleh asuransi. Masalahnya, seberapa besar pertanggungannya?

Jawabannya sudah ditentukan dalam Konvensi Montreal (Montreal Convention) yang diresmikan tahun 1999. Di mana besarnya nilai klaim yang didapat penumpang akibat kecelakaan selalu mengalami perubahan setiap waktu karena mengikuti laju inflasi global. Tidak hanya itu, perjanjian tersebut rupanya juga mengatur jumlah penggantian untuk barang lho!

Berapa Besar Penggantian Kerugian Kecelakaan Pesawat ?

Special Drawing Rights (SDR)

Sebelum membahas berapa besar uang yang bisa diterima penumpang korban, yuk kita membahas hal yang lain dulu, yaitu kurs. Ya, industri penerbangan memang memiliki keunikan tersendiri, hal ini disebabkan karena pertanggungan asuransi dari bisnis ini tidak menggunakan mata uang konvensional, melainkan menggunakan mata uang khusus milik International Monetary Fund (IMF) yaitu Special Drawing Rights.

Sekarang ini, kurs 1 SDR sama dengan USD 1,5. Jadi bila dikonversi ke dalam mata uang Rupiah menjadi sebesar Rp 17.250 (asumsi 1 USD = Rp 11.500).

Penggantian tahap pertama

Berdasarkan Konvensi Montreal, pemberian santunan dari pihak maskapai kepada penumpang terbagi atas 2 tahap. Pertama adalah mereka wajib membayar ganti rugi sampai SDR 100 ribu atau sekitar Rp 1,725 miliar. Jumlah tersebut bisa berlaku kalau si korban meninggal dunia atau mengalami luka serta mendapat cacat tetap.

Ingat, penggantian tahap pertama ini sifatnya wajib lho! Jadi pihak maskapai tidak boleh mengajukan keberatan atau banding.

Penggantian tahap kedua

Di bagian ini, pihak perusahaan diharuskan memberikan biaya hidup keluarga penumpang yang ditinggalkan. Hal ini ditujukan sebagai bentuk iktikad baik maskapai terhadap mereka.

Sebagai contoh, pada kasus jatuhnya pesawat Air France 447 di Samudra Atlantik pada 1 Juni 2009. Perusahaan memberikan tambahan santunan penggantian sebanyak USD 25 ribu atau Rp 287,5 juta. Namun, berbeda dengan tahap pertama, kali ini maskapai memiliki hak untuk menolak memberi biaya hidup kalau bisa membuktikan diri tidak bersalah atas insiden jatuhnya pesawat mereka.

Penggantian barang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Konvensi Montreal juga mengatur tentang penggantian atas barang milik penumpang. Di mana, pihak perusahaan penerbangan wajib mengganti barang yang diangkut pesawat jika hilang, rusak, atau terlambat datang. Jumlah yang wajib dibayar itu adalah SDR 17 per kilogram atau sekitar Rp 293 ribu.

Jadi, bila barang yang hilang sebanyak 10 kilogram, maka Anda seharusnya mendapat penggantian hingga Rp 2,93 juta.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Julian Noor, ada beberapa asuransi yang akan melindungi penumpang dan maskapai bila pesawat mengalami kecelakaan. Dari pihak korban, proteksi yang diperoleh rupanya menjadi santunan wajib dari PT Jasa Raharja.

Nilai pemberian pertanggungan dari Jasa Raharja sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi korban. Noor menyebutkan, penumpang bisa mendapatakan dana sampai Rp 25 juta per orang kalau mengalami luka. Sementara untuk yang meninggal atau cacat tetap nilainya akan lebih tinggi yaitu Rp 50 juta.

Selain dari Jasa Raharja, penumpang juga wajib menerima penggantian dana tambahan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 mengenai Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Undang-Undang tersebut pernah diberlakukan ketika kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet100 (SSJ-100) jatuh di Guning Salak, Jawa Barat pada 9 Mei 2012 silam.

Kabarnya, nilai pertanggungan yang diterima sebesar Rp 1,25 miliar per orang jika kondisinya meninggal dunia. Namun, mengingat seluruh penumpang SSJ-100 tewas, maka mereka semua menerima dana penggantian dalam jumlah yang sama.

Di samping asuransi wajib dari maskapai, penumpang juga bisa mendapatkan perlindungan asuransi perjalanan tambahan jika mereka membeli polis yang biasanya dijual terpisah secara retail atau disalurkan melalui agen maupun outlet di bandara-bandara, ujar Noor.

Asuransi untuk maskapai

Tidak hanya penumpang saja yang akan mendapatkan perlindungan, pihak maskapai dipastikan tidak akan mengalami kerugian finansial secara besar karena pesawat yang digunakan biasanya sudah diasuransikan.

Besar nilai penggantian mengacu pada harga pesawat atau sama seperti peraturan asuransi kendaraan biasa. Misalnya, pada kasus jatuhnya pesawat Lion Air di Bali, nilai asuransi yang bisa didapat diperkirakan sebesar Rp 40-50 miliar jika mengacu pada harga alat transportasi tersebut yang sekitar USD 80-90 juta. Besar klaim ini dihitung dari harga pesawat dan kemampuan perusahaan reasuransi penjamin polis.

Dengan gambaran pertanggungan asuransi tersebut, sudah tahukan bagaimana pentingnya layanan perlindungan ini bagi perjalanan udara Anda? Bayangkan, bila anggota keluarga ada yang menjadi korban, betapa besar kerugian yang diterima.

Apalagi kalau yang mengalaminya adalah orang yang menghidupi keluarga, tentu pemberian santunan ini bisa sangat berguna karena bisa dijadikan penjamin masa depan Anda. Tentunya bila dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama