7 Hal Tidak Dilindungi Asuransi Perjalanan

Sudah membeli asuransi perjalanan tidak menjamin liburan Anda 100% aman dan nyaman. Ada beberapa hal yang ternyata tidak dilindungi oleh asuransi. Apa itu?

Bagi sebagian orang, membeli asuransi perjalanan hanyalah prasyarat ketika ingin pergi keluar negeri. Mereka bahkan tidak mau repot untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku.

Nanti, ketika terjadi hal tidak diinginkan saat berada di negara orang, misalnya sakit atau kecopetan, barulah sibuk mencari tahu apakah perusahaan asuransi akan memberi ganti rugi atau tidak. 

Asuransi Perjalanan

Ada 7 penyebab asuransi perjalanan Anda tidak mendapatkan ganti rugi. Ini dia daftarnya!

1. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS tidak termasuk dalam jenis penyakit yang mendapatkan perlindungan asuransi perjalanan.

Jadi, jika saat berlibur Anda terlibat dalam kegiatan seksual dan terkena infeksi, jangan berharap perusahaan asuransi akan membayar tagihan untuk setiap biaya pengobatan!

2. Keterlibatan Alkohol atau Obat Terlarang

Keterlibatan Alkohol atau Obat Terlarang

Tidak ada salahnya bersenang-senang saat liburan. Namun, jika timbul penyakit atau cedera akibat minuman beralkohol yang Anda minum saat makan malam, maka bersiaplah merogoh kocek sendiri untuk biaya pengobatan.

Begitu juga dengan penyalahgunaan obat. Jika tidak sesuai dengan resep dokter, maka Anda akan harus mengeluarkan biaya sendiri tanpa ditanggung asuransi.

3. Bunuh Diri atau Melukai Diri Sendiri

Sebagaian besar perusahaan asuransi sudah menyatakan bahwa kerugian yang timbul akibat bunuh diri, percobaan bunuh diri, atau sengaja melukai diri sendiri tidak akan dibayarkan oleh pihak asuransi.

4. Kehamilan, Melahirkan, atau Keguguran

Asuransi ibu hamil

Sebagian besar perusahaan asuransi memiliki kebijakan untuk tidak memberikan perlindungan yang mencakup komplikasi akibat kehamilan, melahirkan, atau keguguran.

Jadi, sebelum memesan tiket liburan, pastikan Anda menyertakan nama anak ke dalam daftar tambahan, meski dia belum lahir.

5. Kondisi Medis yang Sudah Ada Sebelumnya

Bukan hanya untuk asuransi perjalanan, sebagian besar produk asuransi tidak akan memberikan ganti rugi untuk masalah kesehatan yang telah ada. Contoh: Asuransi tidak akan membayar ongkos rumah sakit jika penyakit asthma Anda kambuh saat mendaki gunung di Nepal.

6. Gangguan Psikologis

Gangguan Psikologis

Setiap klaim ke perusahaan asuransi yang disebabkan oleh masalah kesehatan mental, seperti gangguan bipolar, akan langsung ditolak. Apalagi jika ini terdaftar sebagai salah satu kondisi medis sebelumnya.

7. Terjadi Perang

Hati-hati, jangan salah mengartikan kata perang!

Pembajakan pesawat dan aksi terorisme tidak termasuk dalam kategori perang sehingga masih mendapat perlindungan asuransi perjalanan.

Definisi perang yang dimaksudkan adalah kontak senjata antara dua kelompok dan melibatkan senjata nuklir atau bahan kimia biologis.

Tapi jika dipikir lebih lanjut, Anda tentu tidak akan memikirkan ganti rugi tiket pesawat seandainya lokasi tujuan liburan terjadi perang nuklir. Iya kan?

Jadi, Asuransi Perjalanan: Beli atau Tidak?

Asuransi Perjalanan

Sebenarnya ini tidak perlu ditanyakan. Asuransi perjalanan harus ada dalam daftar dan wajib dibeli ketika merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Meskipun tidak mencakup segala hal, tapi setidaknya Anda tidak perlu khawatir jika kehilangan uang, pesawat terlambat, atau terjadi kecelakaan. Hal-hal kecil yang bisa merusak liburan.

Saran kami: Baca selalu syarat dan ketentuan dari setiap asuransi yang Anda beli. Tidak hanya asuransi perjalanan, tapi semua produk asuransi. 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama