3 Hal yang Tidak Dilindungi Asuransi Kendaraan

Asuransi kendaraan memang berfungsi untuk melindungi risiko selama berkendara. Namun, 3 hal berikut ini tidak termasuk dalam perlindungan asuransi kendaraan.

Menurut data Global Status Report on Road Safety dari WHO, Indonesia menempati urutan pertama peningkatan kecelakaan. Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 80 persen.

Di Indonesia, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 120 jiwa per harinya. Tak berbeda jauh dengan di Nigeria, yang mengklaim 140 jiwa warganya tewas akibat kecelakaan setiap harinya.

Sedangkan selama 2015, angka kecelakaan di Indonesia ternyata cukup tinggi hingga menembus angka puluhan ribu. Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Mabes Polri, hingga September 2015 jumlah kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 23.000 kasus.

Dari 23.000 kasus yang terjadi, tercatat 23.000 korban meninggal dunia. Banyaknya angka kecelakaan ini selain diakibatkan human error dan sifat tak disiplin pengendara di jalanan, juga dipengaruhi mindset masyarakat terkait kendaraan.

Umumnya, masyarakat menganggap sebuah produk otomotif itu mumpuni jika bisa melaju cepat. Hal ini didukung dengan industri otomotif saat ini yang seolah-olah menciptakan 'paradigma' kendaraan bagus itu adalah kendaraan yang memiliki kecepatan tinggi.

Pentingnya Asuransi Kendaraan

Bila berkaca dari besarnya jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, seharusnya itu menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mengasuransikan kendaraannya. Sebab, kendaraan sama halnya dengan anggota keluarga.

Kendaraan akan menjadi bagian dari catatan kehidupan. Tidak hanya bersenang-senang dalam perjalanan wisata, kendaraan pun menjadi salah satu cerita yang melengkapi kisah saat mengalami kerusakan di tengah perjalanan.

Sama seperti melindungi anggota keluarga, mobil juga memerlukan perlindungan yang akan memberikan jaminan keselamatan. Untuk mendapatkan perlindungan menyeluruh, pertimbangkanlah untuk melengkapinya dengan produk asuransi kendaraan.

Bila kendaraan sudah dilindungi oleh asuransi, maka risiko atau potensi kerugian yang mungkin datang akan semakin berkurang. Tentunya hal ini dapat membuat Anda lebih tenang dan nyaman saat berkendara.

Ada pun manfaat yang diberikan oleh asuransi kendaraan adalah antara lain:

  • membantu melakukan perencanaan keuangan dengan tepat;
  • memberikan penggantian biaya kerusakan akibat kecelakaan, huru hara, atau bencana alam;
  • memberikan penggantian mobil baru;
  • memberikan perlindungan biaya terhadap supir dan penumpang mobil lain yang diasuransikan.

3 Hal yang Tidak Dilindungi Asuransi Kendaraan

Ketika berbicara tentang asuransi kendaraan, hal pertama adalah terbebas dari kerugian keuangan akibat kecelakaan/peristiwa lain yang tidak terduga datangnya. Karena pada dasarnya, tujuan asuransi adalah untuk mengurangi ketidakpastian dari kemungkinan kerugian yang tidak terduga.

Secara umum, asuransi didefinisikan sebagai suatu perjanjian dimana seorang penanggung membuat ikatan dengan seorang tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya.

Penggantian tersebut diberikan karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan yang mungkin akan dialami akibat peristiwa tidak terduga.

Namun, meski kendaraan Anda sudah menggunakan asuransi, tapi tidak semua risiko dijamin atau di-cover oleh pihak asuransi. Ada beberapa risiko yang tidak dijamin oleh asuransi kendaraan. Apa sajakah? Berikut ulasannya.

Pengendara di Bawah Umur

Setelah kasus Abdul Qodir Jaelany, anak musisi ternama Ahmad Dhani dikenai status tersangka pelaku penyebab kecelakaan yang menewaskan sedikitnya enam orang, kasus anak mengemudikan kendaraan bermotor pun menjadi perhatian.

Dul, sapaan akrabnya, diduga menyetir mobil dengan kecepatan tinggi meskipun belum memenuhi usia minimum mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kepolisian mengatakan, aksi anak di bawah umur mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya sudah mencapai ratusan ribu kasus dalam enam bulan pertama tahun 2013.

Kepolisian sudah menindak 290.068 kasus yang terjadi selama enam bulan. Sementara tahun 2012, kepolisian menindak 607 anak per 90 ribu pelajar.

Merujuk pada kasus tersebut, kecelakaan yang melibatkan pengemudi di bawah umur tidak akan di-cover oleh asuransi kendaraan. Hal tersebut cukup jelas, karena anak masih di bawah umur, dan memang itu saja sudah merupakan pelanggaran hukum di jalan raya.

Meskipun sudah diasuransikan, tapi apabila perawatan mobil terjadi sebagai akibat melanggar hukum, maka sudah pasti, pihak asuransi akan menolak menanggung biaya perawatan mobil.

Hal itu sudah tertera di klausul perjanjian dan dilindungi oleh undang-undang, terlebih jika masih di bawah umur. Menurut UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya, batas minimal seseorang diperbolehkan memiliki SIM adalah 17 tahun.

Kerusakan Karena Modifikasi Secara Ekstrem

Secara umum, bila ada modifikasi yang mengubah bentuk kendaraan secara ekstrem (eksterior, interior, hingga mesin) lalu kendaraan menjadi rusak, maka asuransi tidak akan menjaminnya.

Namun, jika modifikasi hanya minor seperti audio, mengganti pembungkus jok kursi, kaca film, dan aksesori eksternal, kemungkinan akan dijamin. Namun, semua tergantung ketentuan dari perusahaan asuransi.

Jika berniat menambahkan aksesori mahal seperti audio berharga belasan juta rupiah, maka Anda harus memberitahukan kepada pihak asuransi kendaraan. Bila tidak memberitahukan, kemungkinan pihak asuransi akan menolak klaim.

Pastikan Anda menyimpan kwitansi pembelian aksesori tersebut sebagai bukti berapa nilai yang bisa ditanggung jika ada kejadian menyangkut kerusakan terhadap modifikasi tersebut.

Penggelapan

Asuransi kendaraan akan memberikan tanggungan bagi kasus kehilangan. Namun, tidak semua klaim dapat dikabulkan. Sebab, yang akan di-cover adalah kehilangan murni oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Contohnya, kendaraan hilang ketika ditinggal di rumah ataupun di mana saja tanpa sepengetahuan Anda. Pencuri mengambil kendaraan dengan cara membobol kunci. Maka, kasus ini bisa ditanggung oleh asuransi kendaraan.

Namun, berbeda jika kasusnya adalah penggelapan. Semisal, pemilik kendaraan menyewakan mobilnya dan dicuri oleh si penyewa mobil tersebut.

Kasus seperti itu tidak akan dikabulkan klaimnya, walaupun memiliki polis comprehensive dari perusahaan asuransi mobil terbaik di dunia pun. Sebab, kejadiannya merupakan penggelapan.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Asuransi Kendaraan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama