Pahami TSI dan Cara Hitung Asuransi Properti

Asuransi properti memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi rumah Anda. Jika tidak dimulai sekarang, jadi harus kapan lagi melindungi rumah Anda?

Bagi masyarakat awam, asuransi properti memang belum terlalu dikenal seperti asuransi kesehatan maupun asuransi kendaraan. Padahal asuransi properti ini memiliki peran yang cukup penting.

Tanpa adanya asuransi properti, Anda tidak bisa melindungi rumah sebaik mungkin apabila terjadi musibah yang tak diinginkan.

hitung premi asuransi properti

Tidak hanya bangunan saja yang dilindungi oleh asuransi ini, tapi juga isi rumah. Selain itu, jika Anda memiliki kios, ruko, kantor, rukan hingga gudang yang merupakan aset dalam berbisnis, asuransi properti bisa memberikan perlindungan. Kira-kira apa saja yang di-cover? Mari simak pemaparannya berikut ini!

Melindungi Rumah Tinggal

Musibah memang bisa datang kapan saja tanpa diinginkan. Apalagi jika musim hujan tiba. Kemungkinan terjadinya bencana alam banjir pun tak bisa dihindari. Begitupula dengan beragam jenis bencana lain seperti kebakaran, asap, ledakan, gempa bumi, tersambar petir, dan kejatuhan pesawat terbang. Jika salah satu diantara beberapa jenis bencana tersebut terjadi pada rumah Anda, pihak asuransi properti akan meng-cover seluruh kerugian yang terjadi. Selain itu, pemegang polis juga dapat memperoleh perluasan jaminan risiko berupa:

  1. Kerusuhan
  2. Badai
  3. Angin topan
  4. Tanah longsor
  5. Perampokan
  6. Perlindungan terhadap barang-barang berharga
  7. Akomodasi untuk perlindungan sementara apabila rumah rusak dan tidak dapat ditempati lagi
  8. Perlindungan finansial apabila terjadi kerusakan pada properti
  9. Cidera pada pihak ketiga

Tidak hanya landed house tapi hunian seperti apartemen ataupun rumah susun juga bisa mendapat jaminan ini. Bagi Anda yang memiliki rumah dengan cara kredit tak perlu khawatir. Pasalnya, asuransi properti tidak hanya berlaku untuk rumah yang sudah dilunasi saja.

Proteksi Properti Bisnis

Pada asuransi properti khusus bisnis, biasanya akan lebih kompleks jika dibanding dengan asuransi properti untuk hunian pribadi. Sebab, di dalam properti untuk bisnis terdapat banyak peralatan atau mesin yang bisa menimbulkan resiko ataupun kerugian besar. Pada jenis properti ini disarankan untuk memilih Property All Risk, asuransi properti yang memberikan perlindungan secara keseluruhan. Beberapa jenis resiko yang di-cover pada asuransi properti jenis ini sebagai berikut:

  1. Asap, petir, kejatuhan pesawat, kebakaran, ledakan
  2. Perampokan atau kekerasan
  3. Bencana alam

Nilai Premi yang Menguntungkan

Sebelum melakukan perhitungan premi, Anda terlebih dulu harus mengenal apa itu TSI. Dalam asuransi properti, TSI (Total Sum Insured) adalah jumlah dari nilai harta secara keseluruhan, harga bangunan ditambah harga isi bangunan. Nilai harta inilah yang dimintakan oleh tertanggung atas jaminan asuransi kepada pihak penanggung.

Misalnya, Anda memiliki rumah senilai Rp500 juta. Nilai tersebut sudah termasuk bangunan serta isinya. Untuk menghitung biaya premi Asuransi properti adalah sebagai berikut:

Nilai Harta (TSI): Rp500.000.000 (harga bangunan dan harga isi bangunan)

Rate: 0,0294%

Jadi, besar premi yang bisa Anda bayar untuk rumah Anda adalah:

Rp. 500.000.000 x 0,0294% = Rp. 147.000

Biaya tersebut berlaku untuk rumah tinggal atau apartemen dengan tinggi kurang dari 9 lantai. Sedangkan, untuk jenis bencana lain yang tidak disebutkan di atas, perhitungan rate-nya berbeda-beda.

Selain menggunakan metode perhitungan di atas, perhitungan premi yang dilakukan oleh pihak asuransi juga didasarkan oleh beberapa pertimbangan seperti lokasi, harga properti, tingkat risiko terjadinya kerusakan (rawan terjadi bencana atau tidak), dan kualitas dari kontruksi bangunan itu sendiri apakah mudah rusak atau tidak.

Pada saat mengajukan asuransi properti, Anda harus melakukan self survey terlebih dulu, kecuali jika nilai harta dari hunian Anda di atas 2 milyar. Sedangkan, untuk jenis jaminan yang bisa diambil hanya jaminan utama saja, yaitu FLEXAS. Untuk melakukan survey, Anda bisa memulainya dengan mempersiapkan foto bangunan dari sisi depan, lingkungan di sekitar lokasi risiko (kanan dan kiri), jalan di depan lokasi risiko, bagian dalam bangunan. Saat mengajukan, jangan lupa lengkapi dengan identitas calon pemegang polis.

Asuransi properti yang Anda ajukan akan di-approved apabila:

  1. Tidak mengalami kerugian dari yang akan dijaminkan selama 6 tahun ke belakang
  2. Akses ke properti dapat dilalui oleh Pemadam Kebakaran
  3. Tidak berada dekat dengan Sungai/Sutet
  4. Tidak berada dekat dengan pasar tradisional
  5. Jalan dimuka bangunan merupakan dua jalur kendaraan

Rumah tinggal memang bagian paling penting dalam hidup setiap orang, tak terkecuali Anda. Nilai investasinya yang besar membuat Anda ingin rumah tetap dapat terjaga dengan baik. Itulah sebabnya, melindungi rumah dengan asuransi sangatlah penting agar terhindar dari beragam jenis kerugian.

Premi yang perlu dibayar pun tidak terlalu besar. Jadi lebih baik lindungi rumah Anda sekarang juga daripada mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama