Perbedaan Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

Tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan adalah dua produk yang berbeda. Sebelum Anda mempersiapkan dana pendidikan ketahuilah perbedaan kedua produk ini.

Ketika membahas tentang persiapan dana pendidikan anak Anda akan menemukan banyak sekali pilihan. Pilihan yang tersedia mulai dari tabungan, deposito, investasi di real asset, paper asset hingga produk-produk asuransi.

Dari semua pilihan yang tersedia yang paling umum untuk mempersiapkan dana pendidikan adalah produk asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan. Kebanyakan orang tua bingung untuk memilih asuransi pendidikan ataukah tabungan pendidikan, karena tidak tahu perbedaan antara keduanya.

Banyak nasabah bank yang menyamakan tabungan pendidikan dengan asuransi pendidikan. Terlihat serupa tapi tidak sama, keduanya memiliki risiko dan karakteristik yang sangat berbeda. Perbedaannya terletak pada fitur, manfaat dan risikonya.

Nah, agar Anda tidak bingung dalam memilih produk bank untuk mempersiapkan dana pendidikan anak mari kita lihat perbedaan dari asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan.

1. Pengertian Produknya

Untuk melihat perbedaannya pertama bisa Anda lihat dari pengertian produknya. Tabungan dan asuransi adalah produk yang berbeda. Tabungan pendidikan adalah produk bank untuk menabung dengan memberikan perlindungan asuransi di dalamnya.

Tabungan Pendidikan dikelola oleh Bank yang dapat menjaga keutuhan modal awal. Dana nasabah akan dikelola dalam sistem tabungan berjangka dan deposito dengan durasi dua tahun keatas, di mana Anda harus menyetorkan dana setiap bulan hingga jatuh tempo.

Sedangkan asuransi pendidikan adalah program investasi dan proteksi yang dikelola oleh perusahaan asuransi, dimana hasil investasi yang diberikan umumnya lebih tinggi daripada tabungan pendidikan. Asuransi pendidikan memberikan proteksi untuk melindungi keuangan keluarga apabila kepala keluarga yang menjadi sumber penghasilan meninggal dunia, atau menderita cacat total tetap permanen.

Dari pengertian diatas Anda sudah bisa melihat perbedaannya bukan. Sehingga, jelas sekali jika tabungan untuk menabung, dan asuransi untuk proteksi dan investasi.

Baca juga: Kapankah Waktu yang Tepat Mengajukan Asuransi Pendidikan?

2. Fitur Produk

Kedua produk ini masing-masing memiliki fitur yang beragam. Tabungan pendidikan memiliki tenor yang lebih pendek yaitu mulai dari dua tahun sampai lima tahun. Bunga yang ditawarkan lebih besar dari bunga tabungan dan lebih kecil dari bunga deposito.

Dana hasil dari investasi setoran rutin tabungan tersebut baru bisa diambil pada saat anak memasuki usia sekolah sesuai dengan jenjang pendidikannya. Ada juga fitur tambahan berupa asuransi untuk melindungi dari kemungkinan tidak terduga.

Jika orang tua (khususnya pemberi nafkah) meninggal, setoran tabungan pendidikan anak akan diteruskan oleh asuransi. Jadi dana pendidikan untuk anak tetap tersedia saat anak masuk sekolah.

Sedangkan Asuransi pendidikan fitur utamanya adalah jaminan dan perlindungan, sama halnya dengan asuransi pada umumnya. Asuransi pendidikan memiliki fitur asuransi jiwa yang akan membayarkan uang pertanggungan apabila si tertanggung meninggal dunia sebelum si anak masuk universitas.

Kebalikan dari tabungan pendidikan fitur tambahan asuransi pendidikan adalah tabungan dan investasi. Hail yang diperoleh memang lebih besar daripada tabungan pendidikan, karena ditempatkan pada reksadana. Untuk bunganya bergantung dengan kinerja investasi itu sendiri. 

Asuransi pendidikan memiliki jangka waktu yang lebih panjang yaitu lima tahun sampai 10 tahun.

3. Manfaat

Tabungan pendidikan memang pilihan yang popular untuk sebagian masyarakat di Indonesia. Manfaat yang diberikan adalah jangka waktu yang lebih fleksibel alias dana bisa dicairkan kapanpun dibutuhkan. seperti kebutuhan uang pangkal, SPP, atau les anak. Cara ini cocok bagi nasabah yang ingin menyimpan uang dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun.

Asuransi pendidikan memberikan manfaat perlindungan jiwa dengan menanggung risiko kematian atas Anda, dengan menjanjikan sejumlah uang tertentu. Uang pertanggungan yang diberikan ini biasanya disesuaikan dengan biaya pendidikan anak seperti yang sudah disepakati dalam polis.

Selain memberikan manfaat perlindungan jiwa, Asuransi Pendidikan juga memberikan manfaat sebagai investasi, dari sebagian premi yang Anda bayarkan. Dan sebagai gantinya, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana tunai yang besarnya telah disepakati dalam polis dan waktu pembayarannya pun juga dijadwal dalam polis, hal ini agar sesuai dengan waktu sekolah anak.

4. Risiko

Mengukur tingkat risikonya tabungan pendidikan memiliki risiko yang lebih kecil. Suku bunga yang berlaku pun pasti dan memiliki jaminan dari LPS, dengan tingkat bunga tertentu. berbeda dengan asuransi pendidikan dana yang disimpan lebih fluktuatif, sehingga lebih berisiko. Nilai investasi yang disimpan pun bisa turun, tetap, atau bertambah.

Sekarang Anda sudah bisa mengetahui perbedaan antara asuransi pendidikan dengan tabungan. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda, masing-masing produk memberikan keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda. Jadi tentukan yang lebih memberikan keuntungan untuk Anda.

Baca juga: Investasi untuk Biaya Pendidikan Anak Dasar dan Menengah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!